Showing posts with label Seni Budaya. Show all posts
Showing posts with label Seni Budaya. Show all posts

Friday, October 16, 2015

NITIPRAJA at Malioboro

Assalamu'alaikum sahabat. Siapa yang bulan lalu tanggal 26 September 2015 datang ke sepanjang jalan Malioboro? Banyak orang-orang yang berkostum dancer kan? Yak kemarin selama dua hari dari tanggal 25 - 26 September 2015 merupakan perhelatan seni tari yang dirancang oleh Dinas Pariwisata DIY dengan melibatkan para seniman dari seluruh dunia. Jogja International Street Performance yang berisi mulai dari seni tari, seni teater, seni musik dan sebagainya ini hadir dari kesenian tradisional hingga kontemporer. Event yang diadakan setiap satu tahun sekali ini hanya terselenggara dua hari saja dan diselenggarakan dibeberapa ruang publik keren di Jogja, misalnya di sepanjang jalan malioboro, di Taman Budaya Yogyakarta, dan Beteng Vendeburg.

Yang akan aku bahas disini adalah salah satu sanggar seni tari di Jogja yang sang empunya sanggar merupakan seniman hebat yang menurutku merupakan penari profesional, muda, berbakat, dan menginspirasi para murid-murid dan mungkin masyarakat Jogja lainnya. Beliau adalah Sekar Kinanti Rahina, merupakan wanita dewasa yang sosoknya keibuan dan aku sukak sama Mba Sekar ^_^ (cipika cipiki peluk hangat). Yeeeah...menjadi salah satu muridnya Mba Sekar itu menyenangkan, selain belajar tari dengan beliau aku merasa mendapatkan ilmu untuk lebih baik lagi menghargai kehidupan ini dan lebih peka dengan lingkungan sekitar. Selama dua bulan bergabung di sanggar KSR ini membuat aku semakin jatuh cinta dengan kesenian tari, rasanya ingin bisa menguasai banyak tarian, tapi harus sabar dan bertahap. Nah kemarin selama kurang lebih 5 hari berturut-turut aku bersama teman-teman sanggar lainnya berlatih koreo baru untuk perform di JISP 2015 yang alhamdulillah saat hari H berjaan dengan lancar dan WOW masyarakat yang menonton banyak banget. 

Tarian yang diberi nama NITIPRAJA ini memiliki makna mendalam di kehidupan kita. Dalam tarian ini menyampaikan makna kehidupan dari sesosok wanita yang sudah seharusnya dan bisa memiliki tiga sifat yakni Hamong (ngemong), Hamot (amot), Hamemangkat (menjaga nama baik/memberikan teladan yang baik). Dimana nantinya kita ini menjadi seorang ibu, ibu juga merupakan pemimpin bagi anaknya yang akan memberikan contoh kebaikan dan kebajikan. Menjadi seorang pemimpin bagi diri sendiri sebelum memimpin orang lain. Berikut lirik dari iringan tarian yang dipersembahkan untuk masyarakat Jogja. 

:::::

Choreography : Kinanti Sekar Rahina
Music : Jimmy Mahardhika and UmaGumma
Vocal : Kinanti Sekar
Lyric : Serat Nitipraja by Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo of Mataram
written by Jimmy Mahardhika, Ayu Arista Murti and Poetry

:::::
Photo by Anonymous - Edit by Fazra Zain

puwara nista regane
dumadak api tan wruh
lamun sira wruh ing paranti
raganira lir retna
ing sela dinulu
dadaren sadina-dina
sampun tungkul ing silakrama prayogi
yadyan delinging raga.

Sudah berubah zaman ini, 
hilang semua tatanan, 
orang yang tidak tahu akan nista jasadnya. 
Bagi yang tahu bagi kebajikan, 
jasadnya seperti intan, 
bersinar diatas batu. 
Karena itu latihlah sehari-hari, 
jangan pernah menyerah menghadapi 
bahaya, kuatkanlah jiwa ragamu

Terima kasih masyarakat Jogja yang kemarin sudah melihat persembahan dari Sanggar Kinanti Sekar Jogja dan Terima Kasih untuk guru kita Mba Sekar yang selalu memberikan yang terbaik untuk kita, selalu support kita, dan menjadi inspirasi dalam menari, tak lupa Terima Kasih untuk Dinas Pariwisata DIY yang sudah memberikan kesempatan untuk tampil di Jogja International Street Performance 2015. Semoga next JISP 2016 kita para dancer bisa hadir kembali meramaikan event super keren ini. Wassalam.

Monday, October 5, 2015

GUGUR GUNUNG - HUT 259 JOGJA

Assalamu'alaikum sedulur.

Photo By User
Dalam rangka memperingati HUT Jogja yang ke 259 Tahun, Kota yang Istimewa ini bakalan ada acara seru-seruan di bulan Oktober 2015. Mulai dari tanggal 4 Oktober 2015 kemarin sudah berlangsung agenda Pawai Pasar, start dari Pasar Bringharjo dan finish di Pasar Ngasem. Acara yang lebih dikenal dengan nama Grebeg Pasar ini diikuti oleh 2.100 orang dan 45 Paguyuban dari berbagai pasar tradisional. Menurut agenda acara dimulai dari pukul 13.00 wib namun menurut salah seorang Ibu yang sempat saya tanyakan bagaimana keadaan yang terjadi pada siang itu acara dimulai pukul 14.30 wib. Walau acara mundur tapi para Ibu-ibu dan warga lain tidak turun semangat untuk memeriahkan Grebeg Pasar yang menjadi awal rangkaian acara HUT 259 Jogja. Acara ini diadakan oleh Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta yang dalam kirab tersebut setiap paguyuban pasar akan menampilkan ciri khas masing-masing. 

Baiklah, itu sekilas info terkait dengan rangkaian acara kirab pasar dalam rangka HUT 259 Jogja. Disini aku bakal mengulas tentang tarian flashmob yang beberapa hari lalu dari Sanggar Kinanti Sekar sudah semangat latihan dengan ibu-ibu perwakilan pasar. Flashmob ini salah satu agenda tari yang ada dalam HUT 259 Jogja. Sesuai dengan tema yang berhubungan dengan kirab atau grebeg pasar, maka pelatih tari Sanggar yakni Mba Sekar memberikan persembahan tari Gugur Gunung. Latihan yang hanya dimulai dari tanggal 1 Oktober 2015 hingga tanggal 3 Oktober 2015 ini sungguh kerja keras yang luar biasa baik untuk Mba Sekar pribadi, siswa sanggar dan Ibu-ibu perwakilan pasar yang sangat antusias untuk meramaikan HUT 259 Jogja. 


Sore hari yang telah disepakati bersama berkumpul pukul 15.00 wib ternyata acara kirab pasar belum selesai, maka para penari masih bisa berkesempatan untuk GR sebentar dan membenahi make up yang mungkin dari beberapa sudah mulai luntur akan keringat. Kostum yang digunakan juga apik, kebaya dan jarik yang menggambarkan kesederhanaan orang Jogja dan saling bertegur sapa (ini salah satu koreo yang ada dalam tarian). Setelah adzan Ashar berlalu dan beberapa menit kemudian barulah sanggar dan ibu-ibu pasar tampil diatas panggung utama Plaza Ngasem Yogyakarta. Berikut foto-foto yang saya dapat dari beberapa pemotret.
Photo By @BerandaJogja
Photo By @BerandaJogja

Photo by @jelajahpasar
Nah, untuk rangkaian acara HUT 259 Jogja akan berlangsung hingga tanggal 7 Oktober 2015 sedulur, berikut rangkaian acara yang berhasil saya dapat dari @infosenijogja 
Screen Shoot Rangkaian Acara HUT 259 Jogja



Sunday, September 20, 2015

Mandiri bersama Batik

Subtema : Membangun Kemandirian Ekonomi
Judul : Mandiri bersama Batik
Penulis : Fazrah Zain

Batik, kata yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain tersebut, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki khas. Setiap daerah pasti memiliki ciri khas dari Batik itu sendiri. Misalnya saja Batik di Jogja, dimana kota saat ini saya tinggal. Jogja terkenal dengan keramah-tamahan masyarakatnya, sopan kepada setiap pengunjung yang berkunjung ke Kota yang Istimewa ini. Batik di Indonesia ini sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya yang sudah dikenal sampai ke Internasional. Berbanggalah kita sebagai masyarakat Indonesia yang telah diberikan warisan budaya oleh nenek moyang kita terdahulu. 

Ciri khas dari Batik Jogja adalah dari latar atau dasar warna kain. Warna dasar kain batik Jogja ada dua macam, yaitu warna putih dan hitam, sedangkan warna batik bisa berwarna putih, biru tua kehitaman, dan cokelat soga. Batik Jogja adalah salah satu dari batik Indonesia yang pada awalnya dibuat terbatas hanya untuk kalangan keluarga Keraton saja. Setiap motif yang terwujud dalam goresan canting pada kain batik Jogja adalah sarat akan makna, adalah cerita. Hal inilah yang membedakan batik Jogja dengan batik-batik lain, yang menjaga batik Jogja tetap memiliki eksklusifitas dari sebuah mahakarya seni dan budaya Indonesia.

Dalam membangun kemandiarian ekonomi itu sangatlah luas bentuknya. Dan dewasa ini banyak sekali berbagai macam usaha dan kreatifitas dari masyarakat sekitar yang ingin memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sebenarnya pedagang batik sudah ada banyak di Pasar Beringharjo dan Malioboro Jogja, hanya saja dengan perkembangan teknologi yang semakin hari semakin canggih, perkembangan kemandirian ekomonipun turut canggih hanya dengan sekali foto dan upload ke media sosial dan sarana lainnya yang terhubung melalui internet, sehingga tak hanya orang Jogja saja yang bisa membeli kerajinan Batik tapi dari Sabang sampai Merauke bisa membeli asal media yang ia gunakan bisa terhubung melalui internet. Tak heran mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, hingga pegawai kantoran yang terbilang sudah cukup terpenuhi kebutuhannya dari gaji yang didapat dari kantor ia rela menambah kesibukan dengan menjual berbagai jenis barang secara online. Ibu rumah tangga yang sehari-harinya mengurus anak, suami dan rumahpun turut mandiri dengan adanya kecanggihan dari sebuah teknologi. Pelajar yang seharusnya fokus dalam belajar, ia tak ingin kalah dengan membantu orang tua dan menjadi anak yang mandiri. Di Jogja tidak hanya satu atau dua orang yang menjual online terutama Batik. Sudah semakin banyak saja orang yang membuka lapak online dengan nama toko yang menggunakan embel-embel Batik. 

Akhir tahun 2014 yang lalu, tepatnya tanggal 30 Desember 2014, saya mengajak adik sepupu yang sedang berlibur ke Jogja. Saat itu dia ingin melihat seperti apa itu Keraton Kesultanan Yogyakarta, dengan senang hati saya mengajak dia pagi-pagi mengantri di depan loket masuk Keraton. Di dalam selain kami melihat-lihat dari Kereta Kencana sampai barang antik yang ada dalam Keraton, tak ingin ketinggalan saya mengabadikan kain batik yang terdapat di Museum yang ada di belakang Keraton. Berikut saya berikan hasil jepretan saya yang sederhana. 
Batik Klasik motif Sidoasih (photo by Fazrah)
Motif batik diatas merupakan motif yang sering kita jumpai di pasar kain. Motif yang bernama Sidoasih ini memiliki makna, dari kata Sida yang dibaca Sido ini memiliki arti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian motif-motif yang berawalan Sida mengandung harapan agar apa yang diinginkan bisa tercapai. Makna dari Sido Asih adalah harapan agar manusia mengembangkan rasa saling menyayangi dan mengasihi antar sesama. Makna yang mengandung do'a agar saling mengasihi antar sesama ini berarti bahwa motif yang tertuang dalam sehelai kain ini benar-benar dibuat dengan hati-hati. Saya sebenarnya ingin bisa membuat motif batik, tapi langsung mengaplikasikannya langsung pada kain menggunakan malam belum tersampaikan.

Masih banyak lagi hasil jepretan foto saya menganai motif batik, diantaranya adalah motif Huk Latar Cemeng, Gringsing, Parang Rusak, Tambal Seling Gapit, Wahyu Tumurun, Kotak Ceplok Bintarum, Truntum Wajik Seling Ceplok Gurdo, Pisang Bali Latar Pethak, dan Paradise Grinsing. Selain itu juga ada patung yang menggambarkan simbah sedang membatik. 
Proses Membatik (photo by Fazrah)
Bagi seseorang yang tidak memiliki banyak modal atau bahkan tidak sama sekali, itu masih bisa membangun kemandirian ekonomi sendiri. Misalnya disini saya contohkan masih berkaitan dengan Batik. Usaha batik online tidak akan ada matinya, karena batik merupakan salah satu kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini, baik berupa seragam batik, berbagai macam tas batik, jaket batik, hingga sepatu batik. Nah yang tidak memiliki modal berupa uang dan tempat untuk menjadi pedagang yang mandiri, kita bisa manfaatkan HP (Handphone) yang kita miliki. Coba datang ke salah satu butik atau toko grosir yang berkenan di ambil foto-foto dari dagangannya, jelaskan maksud dan tujuan kita mengambil foto tersebut. Pastikan berkata dengan jujur, karena kejujuranlah yang akan mempermudah jalan kita menuju kesuksesan dalam ekonomi mandiri. Setelah mendapatkan ijin dari pemilik toko silahkan upload/posting foto tersebut di media sosial dengan berikan deskripsi lengakap tentang nama, motif, dan ukuran yang masih tersedia di toko. Dalam berdagang online ini sudah terwujud salah satu bentuk memajukan kemandirian ekonomi. Saat memposting foto produk memang tidak langsung ada komentar atau pembeli, kuncinya haruslah bersabar dan tetap berdo'a yakin bahwa usaha yang telah kita lakukan pasti akan ada hasilnya. Setelah mendapatkan pembeli maka bertransaksilah dengan baik, kita mendapat uang dan pemilik tokopun juga senang karena selain mendapat untung barang daganganpun juga habis terjual. Ini merupakan simbiosis mutualisme, saling menguntungkan tanpa ada pihak yang dirugikan.

Dari hal yang kecil kita dapat membangun kemandirian, baik itu mandiri di bidang pertanian, perkebunan, atau usaha dagang. Yang terpenting adalah bagaimana sikap kita dalam mencapai kemandirian tersebut. Tak ada yang langsung instan dalam menggapai sesuatu keinginan, jika mendapatkannya saja instan, maka jatuhnyapun akan isntan pula. Jadilah pribadi yang mandiri dengan berfikir positif kedepan, bantu orang yang membutuhkan pekerjaan, berilah mereka peluang untuk bisa maju mengembangkan usaha bersama dengan tetap memperhatikan kesejahteraan hidup. Abaikan orang yang selalu menghina usaha kecil, jadikan itu adalah motivasi untuk lebih baik lagi dan cari inovasi baru yang belum dimiliki oleh orang lain. Kelak dari hal kecil akan menjadi besar dan kita pasti bangga akan kemandirian ekonomi yang dibangun dengan rasa kejujuran dan saling tolong menolong.

Nah untuk kalian yang setuju dengan tulisan ini saya harap bisa membantu meluangkan sedikit waktunya untuk beri vote dengan cara kunjungi halaman ini.

Sumber : 
https://id.wikipedia.org/wiki/Batik
http://www.kriyalea.com/mengenal-batik-yogyakarta/
https://id.wikipedia.org/wiki/Batik_Sida_Asih

Saturday, September 5, 2015

Basiyo mBarang Kahanan

Assalamu'alaikum guys.

Dinas Kebudayaan DIY bekerjasama dengan Citra Sanggit Production telah sukses memutar sebuah film pendek "Basiyo mBarang Kahanan" pada Rabu (02/09/2015). Film yang diputar mulai pukul 19.00 wib di Societed Taman Budaya Yogyakarta ini disutradarai oleh Triyanto "Genthong" Hapsoro dengan mengangkat cerita dari kisah nyata. Malam itu aku bersama partner hidupku (cieeh..) datang untuk melihat pemutaran film pendek tersebut, penasaran seperti apa sih ceritanya, maka dari itu aku sempatkan untuk menonton, free lagi. Film yang berdurasi sekitar 30 menit itu telah berhasil membuat para penonton takjub.

Sebenarnya ini aku bingung mau nulisnya itu darimana yah, berasa ini tema berat banget untuk ditulis. Untungnya dibantu dengan beberapa lembaran yang saat mengisi buku tamu dibagikan semacam sejarah bagaimana Basiyo memulai karirnya. Oke, Basiyo merupakan manusia biasa yang dapat melampaui dirinya sendiri sehingga menjadi seorang sang Maestro di dunia lawak. Sesosok orang yang mengalami pencapaian mumpuni baik secara teknis, estesis maupun eksistensial. Kreativitas humor Basiyo berbasi kultur Jawa-Mataraman adalah kreativitas yang lahir dari kepekaan sosial, kemampuan observasi (pengamat lingkungan), cara pandang subversif (tidak umum) atas realitas sosial. 

Film yang disutradarai oleh Triyanto "Genthong" Hapsoro ini menghadirkan realitas bentukan atau realitas yang dicitrakan dan diupayakan untuk mendekati kenyataan yang sesungguhnya. Dalam sudut pandang kemanusiaan, Basiyo bergerak dalam dua dunia yakni dunia kampung dan dunia kerja. Dunia kampung menghadirkan Basiyo sebagai orang biasa yang menjalani pesrawungan umum dengan sederhana dan wajar, meskipun kadang punya ide yang nyeleneh seperti menyuruh orang membongkar kandang ayam miliknya dan kemudian disuruh pasang kembali, saat ditanya kenapa dipasang kembali Basiyopun mengatakan "Daripada kamu melamun tidak ada kerjaan. Lakukan saja ini upahmu." Ya demikianlah yang ada dalam film yang aku tonton. 

Aku pribadi tidak tahu tentang Basiyo ini, namun entah apa yang menjadi diri ini tertarik untuk menontonya, sayang sekali aku tak bisa mengikuti sesi diskusi film. Kalian yang penasaran dengan film dokumenter ini bisa akses di JOGJAFILM.COM atau bisa datang langsung ke Dinas Kebudayaan DIY untuk meminta film tersebut. Cukup itu saja yang bisa saya sajikan cerita dalam tulisan sederhana ini. Terima kasih yang sudah mampir baca dan Salam Budaya. Wassalam..

Friday, September 4, 2015

Sanggar Kinanti in Opening Jogja Japan Week


Assalamu'alaikum guys. Sudah tanggal 3 September 2015 itu artinya Opening Jogja Japan Week 2015 tadi pagi resmi dibuka. Yang sudah nungguin event ini monggo silahkan datang bisa melihat pameran dan ada kuliner juga lho. Nah ini aku mau share tentang sanggar seru milik mba Sekar Kinanti, masih ingat dengan postinganku bulan kemarin? Kalau lupa ini boleh dibaca lagi , yak nama sanggarnya itu Sanggar Kinanti guys.

Kali ini aku datang special untuk support mba Sekar, Devi dan Fetri  untuk perform di pembukaan Jogja Japan Week. Langsung deh pagi datang dan cus menuju ruang make up, eh eh tapi sepanjang jalan menuju ruang make up mba Sekar ada berjejer cowok Jepang dan (aiih mati mak) tinggi dan cakep pula *mendadak lupa ingatan kalo tujuan utama ke ruang mba Sekar* dan tersadarkan oleh ingatan peri baik dan lanjut deh jalan lagi. Sampai di ruang make up ya pastinya pada dempul-dempul wajah dan pakai kostum donk, ngeliatin mereka yang lagi pada pakai konde dan lain-lain. Dan ada juga sang ayah dari mba Sekar ya siapa lagi kalo bukan Pak Jemek, hihi salaman dulu Pak e.

Penampilan diawal-awal dari orang Jepangnya, aku gak begitu tau hanya cukup tau mereka oang Jepang yang cosplay budaya mereka. Seru juga sih, di hari pertama melihat langsung dari jarak dekat. Setelah selesai make up, latihan koreo biar gak lupa, foto-foto narsis, ngemil, akhirnya penampilan dari Sanggar Kinanti tiba waktunya. Tarrrraaaa.... Ini dia persembahan dari Sanggar Kinanti, repertoar dari tari lhaungsri, tarian yang menampilkan sosok wanita yang membawa padi bisa diartikan juga dewi padi. Berikut foto yang berhasil diabadikan.






Selain itu aku sempatkan untuk turun kebawah melihat pameran yang menjadi salah satu rangkaian event Jogja Japan Week, ada juga kuliner. Mungkin karena masih termasuk pagi pengunjung belum terlalu padat di lokasi event. Ini dia oleh-oleh dari jalan-jalan di hari pertama JJW.


Nah mungkin itu aja guys cerita di hari pertama Jogja Japan Week 2015. Next kalau ada waktu luang moga-moga bisa share lagi. Yok yang belum ke JJW silahkan datang aja free entry sampai tanggal 6 September 2015 aja lho. Terima Kasih Wassalam dan Salam Budaya.










Wednesday, September 2, 2015

Pameran Foto "NUSA BAHARI"

Assalamu'alaikum. 
Hai hai hai.. Selamat menjalani hari-harimu dengan penuh kebahagiaan dan keberkahan ya. Ketemu lagi deh di Bentara Budaya Yogyakarta kali ini diadakan pameran foto bertajuk Nusa Bahari bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) yang akan berlangsung mulai tanggal 1 September 2015 hingga 9 September 2015. Aku disini sih sebagai penikmat pameran, belum yang bergaya bak wartawan gitu, hehe, jadi saat datang selain melihat karya-karya yang dipamerkan ya menikmati suasana musik Reggae yang menambah suasana malam pertama pameran foto menjadi semakin enak. Untuk kalian yang suka dengan pameran foto begini bisa yuk langsung merapat ke Bentara Budaya Yogyakarta, mumpung masih sampai tanggal 9 September 2015 dan jam buka 09.00 wib - 21.00 wib. Ajak teman, sahabat, keluarga kalian kesini yah, gak terbatas usianya kok dan FREE, cukup bayar parkir dan bayar souvenir kalau kamu beli. 
Dalam pameran yang diselenggarakan, foto ini mungkin kurang lebih ada sekitar 150an (gak ngitung sih) dan keren-keren deh pokoknya. Nah untuk bisa ikut pameran seperti ini aku rasa ada seleksinya dulu lho, karena kan gak sembarang foto untuk bisa dipamerkan, harus punya nilai,keunikan dan karakter tersendiri untuk bisa terpilih menjadi salah satu hasil karya yang layak dipamerkan. Banyak masyarakat yang datang di hari pertama pameran dibuka, dari yang termuda sampai yang tua juga ada, semoga dengan diadakannya pameran foto seperti ini bisa memberi inspirasi dan mengingatkan kita pada alam bahwa betapa eloknya Negeri Indonesia ini, sayang sekali jika harus dijual belikan atau harus dikorbankan demi rupiah yang tak ternilai harganya. Berikut beberapa foto sebagai oleh-oleh pameran foto Nusa Bahari. 



Mungkin tulisan yang singkat ini dapat memeberikan informasi dan inspirasi untuk kalian yang membaca dan tentunya bisa datang langsung melihat pameran foto tersebut. Terima Kasih, Wassalam dan Salam Budaya.





Tuesday, August 25, 2015

Raung Jagat ! What is that?


Assalamu'alaikum saudaraku semua..

Hey haa!.. Auuuuu.... Dum dum dum dum dum..
Apa sih? Ya itu lho ngikutin mba-mba dan mas-masnya yang habis perform di panggung FKY tadi, unik dan ada yang bikin semua penonton tertawa, wkwkwk. Yang gak lihat perform mereka mungkin belum tau itu apa ya. Nah mereka-mereka yang menampilkan layaknya paduan suara ini (iya hampir kok, tapi unik) namanya RAUNG JAGAT. Paduan suara eksperimental yang dirancang oleh Rully Shabara ini merupakan perpaduan berbagai jenis suara manusia mencakup berbagai jenis bunyi yang dihasilkan dari bermacam-macam aktivitas seperti berbicara, berteriak, bernyanyi, menjerit, menangis, dan lain sebagainya. Selain itu terkadang juga menirukan suara binatang dan instrument musik yang dikeluarkan dari mulut seseorang.

Rully yang menjadi pelopor Raung Jagat ini sudah melalang buana menampilkan paduan suara eksperimental dan unik ini ke berbagai daerah, event, dan bahkan ke luar negeri sekalipun. Sungguh seni suara yang mungkin tak terfikirkan oleh semua orang untuk menciptakan karya seni seperti ini. Seperti layaknya paduan suara, Raung Jagat ini juga memiliki not-not untuk dipelajari, mudah saja bagi yang sudah pernah mempelajarinya, namun sulit dimengerti apa maksud dari gambar not yang dituliskan bagi orang yang belum tau atau mempelajarinya.

Nah, pada kesempatan di FKY 27 ini Mas Rully telah membuka kesempatan bagi siapa saja (usia 13-50 tahun) yang ingin bergabung dalam workshop yang  3 hari yang lalu kemarin  (21,22 dan 24 Agustus 2015) telah berlangsung. Dengan antusias pendaftar yang bergabung dalam worksop raung jagat kemarin sangatlah seru dan menjadi pelajaran seni yang baru dan unik. Disini tidak perlu bisa menyanyi karena ini bukanlah ajang menyanyi dengan suara yang merdu, jikapun bisa juga tidak masalah, yang penting disini adalah bagaimana kita mengenali karakteristik suara kita dan hafal dengan aba-aba yang diberikan sebelum mengeluarkan suara.

Pada akhirnya, workshop tersebut akan ditampilkan di panggung utama FKY, seperti yang sudah kalian lihat (bagi yang menonton perform Raung Jagat) jenis suara yang dihasilkan dari ke-16 anak didik Mas Rully ini berbeda-beda serta tempo,volume, dan efek yang keluar dari masing-masing anak mengikuti aba-aba dari Conductor disini adalah Mas Rully. Perform yang saat itu sontak membuat para penonton tertawa dan memberi tepuk tangan meriah, mungkin mereka tertawa karena bunyi yang dikeluarkan menurut penonton aneh dan lucu, tapi itu it's ok seni bisa berbentuk apapun yang jelas enjoy aja guys. hehe..

Terima kasih dan Salam Budaya...
Wassalam..

Saturday, August 22, 2015

Pasar eDAN di Festival Kesenian Yogyakarta 27

Assalamu'alaikum syelamat malam semuaaaa..

Hello semuanya, yap malam minggu gini kalian pasti lagi pada hangout rame-rame bareng temen kampus, temen sekolah, temen main, keluarga atau sama pacar masing-masing (jangan ambil pacar orang ya?). Kemana sih..sih...sih..? Hmmm,, yang bosan dengan tujuan yang itu-itu aja tiap satnite-nya mending datang aja guys ke Pasar FKY 27 di Taman Kuliner Yogyakarta, lokasinya ada di sebelah barat terminal condongcatur, gampang banget deh nyarinya.

Kalian disana bisa seru-seruan bareng nih karena acara disana gak bakal ngebosenin, gak bakal garing dan pastinya banyak spot-spot area yang keren abis buat kalian foto-foto, selfie sampai pegel. Di pasar FKY ini banyak lho pilihan menu makanan, minuman, cemilan, aksesoris unik nan lucu dan kreatif banget pokoknya. Hei hei... jangan sampe kalian lewatkan acara seperti ini guys, acara masih berlangsung sampai tanggal 5 September 2015 ya *catat* dan boleh nih pantengin terus update-an agendanya di  @infoFKY atau  www.infofky.com biar kamu bisa ngisi waktu luangmu yang bingung mau kemana dan mau ngapain. 

Ini ceritanya tadi sembari menunggu waktu workshop di salah satu acara, aku ambil sedikit penampakan sore yang ada di pasar FKY eDAN-eDANan. Nanti bakal di update yah kalau udah bener-bener free untuk jeprat-jepretnya (heehee).
Beberapa stand yang ada di FKY 27
Stand Ikiwae Studio
Nah guys, ada yang beda nih di salah satu stand FKY ini, ada yang mau voucher gratis??? 20 voucher lho..yakin mau?? Buruan ke stand Ikiwae Studio karena disana ada Instagram Photo Challenge. 
Caranya :
  1. Kamu tinggal foto aja di stand Ikiwae Studio
  2. Follow instagram @ikiwaestudio 
  3. Kemudian kamu upload & tag us
  4. Lalu dapatkan voucher dari partner yang ada di beberapa stand FKY, nanti akan ada pihak Ikiwae Studio yang akan menghubungi kalian (setelah foto kalian sudah isi data dulu ya). Mudah kan kan kan kan?? 
Dan ini ada barang kuno, antik, bahula, jadul, disalah satu stand FKY. Sukaaak \(^_^)/
Objek foto yang lucu
Makasih sudah mampir *salaman dulu*
Wassalam..

Friday, August 21, 2015

JOGJA Percussion Festival 2015

Assalamu'alaikum.

Hai hai masih disini JOGJA Istimewa..! Yaya, Jogja ini sekarang banyak banget acara seru, asyik, gak ngebosenin, hiburan yang tiada henti. Di hari Kamis yang manis ini tapi bukan bau amis, Jogja lagi ada event "Jogja Percussion Festival 2015" yang akan berlangsung selama dua hari di tempat yang berbeda dan FREE tentunya... Kurang apalagi coba, udah gratis, tinggal masuk dan duduk manis. Hari pertama berada di Monumen Serangan Umum nol kilometer Malioboro tanggal 20 Agustus 2015 dan hari kedua di Panggung Kinara Kinari Resto Candi Prambanan, acara dimulai pukul 19.30 wib. Menurut informasi yang aku dapat di Total Perkusi ,tema yang dibawakan dalam festival ini adalah RE-ConnectCussion yang dimaksudkan menyambung dan mempertemukan kembali perkusionis, kelompok perkusi, dan masyarakat pecinta perkusi. 

Untuk para musisi perkusi yang tampil perform di Festival ini ada 13 grup yang akan tampil dan mereka adalah Siger (Lampung), Grove N Roll (Jakarta), Cablaka (Cilacap), Saedrum (Semarang), Kesper (Jogja), Bambosa (Jogja), Ndjagong (Jakarta), Basingsai (Jogja), Bale Kambang (Jogja), Koper Muny (Jogja), Svara Samsara (Jakarta), Duo Percussion (Jakarta), dan Malinke (Solo). Mereka-mereka ini menampilkan perform yang apik membuat para pengunjung Malioboro (di hari peratama) yang sedang berjalan langsung merapat ke area perform. Di hari pertama festival menampilkan beberapa musisi karena memang dibagi menjadi dua. 

Nah ini ada Cablaka musisi perkusi dari Cilacap yang menampilkan sebuah karya perkusi dengan bergaya wiraswara hampir mirip seperti dolanan bocah yang menggunakan alat tradisional. Penampilan yang berhasil membuat para penonton tertawa terbahak-bahak akan celotehan mereka dengan gaya khas Cilacap (ngapak), mereka ini adalah pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, dan Cablaka sendiri berdiri sejak tahun 2012 dan sudah sering tampil dalam acara-acara kesenian. Dan selain itu ada penampilan dari Bambosa musisi perkusi asal Jogja yang menampilkan sajian musik perkusi dengan ciri khas menggunakan alat musik tradisional angklung. Dan yang lebih heboh lagi datang dari musisi Grove N Roll, grup musik internasional yang beranggotakan 3 orang drummer dan perkusionis Luthfi, Daood, dan Ali dari band asal Amerika DEBU yang sudah tak asing lagi di dunia musik serta diperkuat lagi dengan Franky Sadikin seorang musisi yang dikenal sebagai maestro Bass di tanah air, tapi sayangnya di hari pertama ini Franky tidak hadir, tapi walau begitu mereka tetap menghebohkan Monumen Serangan Umum saat itu.

Dan yang gak kalah hebohnya juga ada dari grup Ndjagong Perkusi dengan formasi lima individu yang memiliki kesamaan Visi dan kata Ndjagong inilah yang menjadi dasar pemikiran yang berarti Duduk dan Berdialog. Penampilan yang cantik dengan suara khas talempong dan flute yang dimainkan oleh Downy Angkyri membuat semua terkesima dan yaaaah susah bilangnya, so rancak bana (bagus banget). Festival perkusi di hari pertama ini ditutup dengan kolaborasi para grup perkusi yang sudah tampil malam itu, kolaborasi yang keren yang cuma ada disini Jogja Percussion Festival 2015. TOP deeeeeh...




Tapi sayangnya di hari kedua (21 Agustus 2015) acara ini aku gak bisa datang :( hiks .. *nangis*. It's ok bisa lain waktu ketemu lagi dengan festival perkusi dengan penampilan yang lebih dan lebih seru lagi yes.

Wassalam...



Wednesday, August 19, 2015

Serunya Opening FKY 27 eDAN eDANan

Hola Loha Halo.. Assalamu'alaikum..

Yeah akhirnya berhasil juga mengikuti pawai Festival Kesenian Yogyakarta atau FKY 27 dengan berdesak-desakan demi mengabadikan sebuah moment eDAN ini *cieeh* rasanya senang, happy, seru, pokmen uapik tenan. Pawai yang berlangsung pada 19 Agustus 2015 mulai pukul 15.00 wib di ruas Jalan Kaliurang bawah atau mulai dari PPKH UGM ke utara sampai perempatan selokan mataram ini banyak dihadiri oleh masyarakat Jogja yang sudah lama menunggu Festival kece yang selalu diadakan setiap satu tahun sekali di Kota Yogya tercinta dan Istimewa. Aku yang gak mau ketinggalan (pastinya) karena memang acara yang seru dan gak ngebosenin ini jadi salah satu apresiasi seni yang beragam, disini banyak kalangan yang terlibat dalam pertunjukan atraksi. Mulai dari......

Pembukaan Pawai pada sore tadi dipandu oleh Mas Alit dan Mas Gundhi dan pastinya juga banyak para tamu undangan serta pejabat yang sudah duduk manis dibawah tenda yang sudah disiapkan oleh panitia. *aku juga mau donk Pak, Bu, duduk bareng* Oke..Sudah dengar sambutan sana sini saatnya pelepasan rombongan pawai oleh Bapak Umar selaku Kepala Dinas Kebudayaan. *Yeeeeay....* Dan rombongan yang membuka pawai FKY adalah Marching Band Projo Tamansari *tereeet toreeet....drum drum drum jeeeest..* Banyak rombongan dari berbagai daerah baik dari Sleman, Kotagede, Jogja, Bantul, Gunung Kidul, dan Kulon Progo. Dari yang muda sampai yang tua ikut andil beratraksi dengan senyum dan ayunan tubuh yang sesekali membuat para penonton tertawa.


Disini aku gak sendirian, tapi ditemani oleh dua orang teman yang bisa dibilang jadi bodyguard (karena laki semua) ambil posisi yang strategis untuk bisa selalu tampil apik saat take a pict, tapi mau strategisnya kayak apa pasti kegusur-gusur juga, wislah sing penting iso moto mba-mba lan mas-mas e. Lokasi pawai kali ini berbeda dari sebelumnya, lokasi yang berada di JaKal bawah ini terbilang luas untuk pawai yang menampilkan atraksi-atraksi cantik dan juga keren. Mereka (peserta pawai) tampil lebih maksimal dengan ruang gerak yang luas. Pawai yang berakhir menurut jadwal berlangsung hingga pukul 17.00 wib ini finish di dekat perempatan selokan mataram. Warga yang berdatangan semakin sore semakin banyak menambah semangat dan meriahnya acara pawai FKY ke 27. Jogja memang istimewa dengan banyaknya acara yang bertubi-tubi mewarnai Kota ini. 

Eeeits...ini ada maskot yang memang eDAN bawa sepeda kemana-mana sekalian merapikan barisan para penonton yang sukaknya maju maju cantik...cantik... mundurnya di kring-kring pake sepeda eDAN, hahaha, mundur-mundur mas e, mba e, ayo mundur mundur... Maskotnya ini lho dari Pitpaganda yang berDAN-DAN bak lenong binti badut, tur kereeeen... *dua jempol* Cocok mas, mba jadi pengatur lalu lintas, ato mau juga nyegat motor blombongan biar gak berisik di jalanan, hehe.. bisa itu.. *ndelik nang ngisor panggung* 

 Nah setelah pawai usai sekitar pukul 17.00 wib yang ditutup oleh rombongan dari Baracuda Brimob Polda DIY ini semua langsung meninggalkan lokasi (yaiyalah udah sore pulang,mandi,ganti baju, trus siap-siap lagi) Loh siap-siap lagi? Emang mau kemana? Ya lanjut melipir ke TamKul Concat Pak, Bu, Mas, Mba. Pukul 19.00 wib tepatnya di venue utama akan berlangsung Opening FKY 27, tapi sayangnya aku gak bisa kesana, keburu tepar (hihi ^^) tapi next bakalan kesana untuk ikut seru-seruan bareng lagi. 



        

 

Dan ini yang bikin ngakak, tontonan sebelum pawai dimulai, etdah si Bowo malah aji mumpung, mbok ya itu yang lenggak-lenggok yang dikatakan cinta, ini malah mas e maskot. wkwkwkwk


Syelamat malam dan syelamat beristirahat semua ^^
Wassalam..

Sunday, August 16, 2015

Cipta, Rasa, Karsa. Lumbung Artema in Concert

Assalamu'alaikum dan syelamat sore temans..

Lumbung Artema
Deng deng... klung klung.. tuk tuk.. Ah begitulah kurang lebih suara yang terdengar dari dalam sebuah gedung besar bercat putih dengan lampu terang dan juga sebuah spanduk besar bertuliskan "Cipta , Rasa, Karsa. Lumbung Artema in Concert 2015" dengan latar merah dan gambar lelaki sedang memainkan alat musik jawa.  Kemarin tanggal 14/08/2015 jam 19.00 wib dimulailah open gate untuk persiapan penonton yang ingin menyaksikan sebuah seni gamelan di Taman Budaya Yogyakarta. Aku sampai di lokasi sekitar pukul 19.20 wib, bersama dengan sang kekasih kita langsung menuju pintu gerbang gedung lalu menuju lantai atas. Tepat setelah kita sampai di lantai atas memasuki concert Hall TBY sudah berbaris antrian untuk mengisi buku tamu dan mendapatkan sebuah buku kecil yang berisi tentang sejarah, testimoni beberapa seniman, daftar karya dari Lumbung Artema yang akan disajikan malam itu, dan juga daftar dari tiap-tiap pemain musik hingga panitia.

foto by JogjaRepost
Setelah mengisi buku tamu kita dipersilahkan untuk masuk dengan didampingi salah satu panitia untuk diantarkan ke kursi depan dibagian depan agak tengah sedikit, "Wah asik dapat kursi strategis untuk nonton sekaligus ambil gambar." Baiklah, jam sudah bergeser ke pukul 19.45 wib kira-kira, namun acara masih belum mulai, mungkin memang dimulai pukul 20.00 wib, "Tak tunggu tekomu mas, mba." hehehe. Sembari menunggu bisa lho buku kecil mungil tadi dibaca-baca, dan ini sekilas sejarah dari Lumbung Artema yang merupakan komunitas kesenian yang lahir di lingkungan Pendopo Agung Tamansiswa pada tanggal 5 Januari 2010. Dan kabarnya mereka ini waktu awal kali berdiri tidak terikat oleh instansi manapun, mereka berdiri berdasarkan semangat dari anak-anak muda yang dulu pernah menempuh pendidikan di Perguruan Tamansiswa (Taman Madya) dan tergabung dalam ekstrakulikuler teater (Teater Tema). Dan sampai perkembangan waktu ke waktu anggota mereka tidak hanya dari Tamansiswa, namun juga berasal dari anak-anak muda pelajar maupun mahasiswa yang kuiah di Jogja. *mau juga donk gabung nuthuk-nuthuk saron, demung dan kawan-kawannya, hehe* Dan alunan musik yang terdengar dari speaker ruanganpun seketika berubah menjadi suara seorang wanita yang meberi peringatan tentang aturan saat pementasan berlangsung, ya ini bak macam ruang cinema gitu lho. Taraaaaa....suara opening sudah dimainkan tapi masih dengan lampu panggung masih padam, dan perlahan satu per satu lampu menyala, wah langsung deh ya di record walau masih pakai android jadul. Wuiih, keren sekali mba,mas, ingin teriak rasanya saking antusias nonton konser gamelan. *maklum jarang-jarang bisa punya waktu seperti ini* 
Dan suara tepuk tangan penonton menambah kemeriahan konser malam itu yang juga sebagai penyemangat para pemain gamelan untuk tampil dengan maksimal tak mau mengecewakan penonton. 
Foto Pribadi

Oke mba dan mas, ini konser yang nyeni dan aaah gak bisa dijabarkan sampai ribuan kata deh, pokoknya T.O.P dan aku dibuatnya iri ingin menjadi salah satu bagian diantara mereka. haha *sesuk njaluk ajar mba dan mas e Lumbung Artema * Oya, konser ini didalang oleh si mba @rmuttia yang sering kita dengar suaranya lewat radio dan juga mas e sing marai ngakak teroos @Ofemix8 wes ewes ewes bablas lemak'e , wkwkwk (guyon lho, peace) salam kenal ya mba dan mas e. Next yo, ini karya yang ditampilkan berhasil membuat para penonton terkesima dan terutama aku excited gak pengen cepet-cepet pulang deh pokoknya. Ini 10 karya musik gamelan yang mereka sajikan dan saya sertakan link video yang berhasil saya abadikan, monggo bisa ditonton, maaf belum HD lho ya ^^
  1. Intro
  2. Repertoar 1 (Keep Moving) 
  3. Repertoar 2 (The Wheel of Fortune)
  4. Repertoar 3 (Menyesal)
  5. Repertoar 4 (Labirin)
  6. Repertoar 5 (Bali Deso Bangun Deso)
  7. Repertoar 6 (Untitled)
  8. Repertoar 7 (Pasundan)
  9. Repertoar 8 (Tepo Sliro)
  10. Repertoar 9 (Songkran)
  11. Repertoar 10 (Wake Up!)
  12. Closing
Masing-masing repertoar memiliki makna yang bisa menjadi sebuah inspirasi, pandangan hidup, pengalaman masa lalu dan tenggang rasa. Benar-benar keren ini konsernya, gak nyesal dan gak akan pernah nyesal untuk seni budaya Indonesia. Sering-sering aja deh yuk nonton yang beginian, biar kita juga turun menjadi bagian dari kebudayaan yang semakin indah dan bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia, MERDERKA...! *kepalkan jemarimu dan angkat tanganmu..* 


Terima kasih dan Wassalam...