Showing posts with label mbolang. Show all posts
Showing posts with label mbolang. Show all posts

Saturday, September 19, 2015

WARDAH Beauty House & Beauty Store

Assalamu'alaikum cantik.
Sabtu lalu (12/09/15) ceritanya lagi pengen main ke Wardah House Beauty, karena hampir sering lewat nih House Beauty tapi susah untuk berhenti mampir, ya mungkin karena enggak ada yang mau dibeli karena udah sekalian belanja jadi satu di belanja bulanan ke supermarket. Tapi berhubung udah 3 bulan (lamaaanya) aku cari-cari Wardah Lightening Face Mask di berbagai counter Wardah tapi kagak ada terus, stok kosong belum datanglah, inilah, itulah kata BAnya. Jadilah kemarin waktu singgah ke Wardah House Bauty ini sekalian nanya ada masker wajah gak? Trus di jawab BAnya ada, wah senangnya daku (joget dalam hati) kebetulan deh kalau gitu yang dicari-cari ternyata disini ada.

Aku disana ya liat-liat dulu gitu, penasaran disana itu kayak apa, ada promo apa, atau ada beauty class yang kayak gimana and bla bla bla. Duh ini tempat good looking dan lucu dah, tapi aku baru keliling bagian depan aja, karena bagian dalam dipakai untuk ruang perawatan sepertinya. Besok kalau memang ada niatan melakukan perawatan atau ikutan beauty class disini aku share deh ya. Ini suasana Wardah Beauty House and Beauty Store yang syantiiiik, dan ini mini video yang mau lihat via video, silahkan klik.

Ini beberapa promo dan service beauty yang diberikan oleh Wardah guys.


Yang ingin lamaran atau ingin seserahannya makeup kece ini bisa lho order di lokasi langsung. Jadi kepingin ginian, hahaha.

Okelah guys, silahkan kalian rencanakan untuk bisa main atau bahkan nikmati SPA dan Facial di Wardah Beauty House. Terima kasih cantik sudah mampir (salaman).
Wassalam.




Monday, September 7, 2015

Menanti Terbang Bersamamu Garuda Indonesia

Assalamu'alaikum.. Hai sanak saudaraku semua apa kabar? Kembali lagi mendaratkan jari menari di papan tuts untuk mengukir sebuah cerita pendek seorang insan manusia yang hendak meraih impian (etdaah..gaya betuul..). Ehem, gini guys gampangnya, aku mau cerita sedikit nih pengalaman pertama binti the first experience tentang blog competition yang diadakan oleh maskapai penerbangan ternama Garuda Indonesia. Blog competition yang diadakan pada bulan awal Juli 2015 tepatnya tanggal 1 Juli - 9 Agustus 2015 ini mengusung tema liburan impian bersama Garuda Indonesia dengan tidak memberi batasan kepada siapa saja peserta yang ingin berlibur ke destinasi impian di Indonesia (keren kan kita bisa pilih pulau, tempat, kota, destinasi tujuan sesuka hati). Dan dapatlah judul blog Hei Garuda Indonesia, Bawa Aku Terbang Bersama Mimpiku.

Menunggu, menanti, ngenteni (bahasa jawa) kabar dari pihak Garuda Indonesia mengenai pengumuman siapa pemenang dari kompetisi blog #GADreamHoliday ini membuat jedar jeder dan sampai lupa kalau udah bulan September aja, padahal di posting sih pengumuman pemenang tanggal 31 Agustus 2015 tapi lewat dari itu. Alhasil sibuk dengan kegiatan yang padat (sok sibuk, tapi iya lho) sampai lupa untuk cari tau siapa pemenangnya dan coba kepo di timeline twitternya Garuda Indonesia ini masih belum ada tanda-tanda pengumuman pemenang #GADreamHoliday dan dengan rasa penasaran langsung tweet chat saja ke Garuda Indonesia, namun dibalas mohon menunggu dan pantau terus timeline Garuda Indonesia. Yasudahlah mungkin memang belum rejekinya untuk menang ya seperti kompetisi yang lain (hiks..syediiih kali rasanya kalau ingat itu).
Sumber : Google
Nah...Ini dia ternyata ada notification di DM twitterku dan setelah aku cek dari Garuda Indonesia, langsung deh cepet-cepet buka DM dan baca aaak Alhamdulillah ternyata terpilih sebagai pemenang kompetisi blog dari Garuda Indonesia (senyam senyum sendiri menatap layar hp). Alhamdulillah ini beneran? Seriusan? Gak bohong gak tipu-tipu kan ya? Ahai..isinya sih ucapan Selamat dan meminta identitas lengkap dan langsung saja balas DM lalu dapat balasan lagi disuruh untuk menunggu konfirmasi selanjutnya, baiklah akan aku tunggu kamu dan semoga mendapat fasilitas di destinasi tujuan, masa tiket PP terus gak ada fasilitas jalan-jalan ke destinasi impiannya kan tanggung banget, dua orang aja lho ini gak buanyak bisalah ya memfasilitasi sekalian (hihi.. lirik Pak Dirut Garuda Indonesia Pak Muhammad Arif Wibowo). 

Saat ini aku masih menunggu konfirmasi selanjutnya dari pihak Garuda Indonesia, semoga segera dan tidak hanya tiket PP saja yang diberikan melainkan fasilitas lain seperti penginapan (gak perlu mahal) dan guide ke destinasi tujuan (aamiin). Terima Kasih Garuda Indonesia telah memberi kesempatanku untuk bisa menjadi salah satu pemenang di kompetisi blog #GADreamHoliday.
Wassalam..

Monday, August 24, 2015

Minggu Seru di Pasar FKY 27


Panggung Utama
Assalamu'alaikum guys..
Hello.. Sabtu Minggu alangkah baiknya tinggalkan sejenak pekerjaan yang membuatmu lelah seharian dari pagi sampai senja. Saat weekend semestinya kita gunakan untuk acara kumpul dengan keluarga, main bareng teman, atau yang ingin mengistirahatkan badan dan fikirannya dari beban perjaan yang mungkin membuat setres bisa bersantai di rumah. Nah di Minggu seru ini tanggal 23 Agustus 2015 dimana adalah hari ke-4 dari event FKY 27, aku dan teman-teman mbolang main ke pasar FKY nih. Hari ini pengunjung yang datang kesini memang lebih ramai dibandingkan hari biasa, dan mungkin besok-besok semakin ramai lagi karena acara yang disuguhkan di FKY ini menampilkan hal yang unik, seru, lucu, dan selalu menghibur pengunjung yang jalan-jalan kesini.

Seni Liping
Setiap stand banyak ditandangi untuk melihat-lihat, membeli craft atau sekedar foto-foto saja, karena setiap stand mempunyai ciri khas masing-masing dan nama yang unik. Seperti stand yang satu ini, JOPAJAPU stand kreatif yang mempunyai seni kreasi miniatur cantik dan juga memiliki ketelitian tingkat tinggi. Ini adalah seni liping plesetan dari kata living, yang dimaksudkan menceritakan tentang kehidupan sehari-hari. Seni ukir kayu ini dapat mencuri perhatian para pengunjung FKY yang datang, karya dari seorang lelaki gondrong ini bisa kita miliki dengan membelinya kisaran harga 50.000an. Aku yang belum sempat untuk coba bertanya kepada sang senimanpun mencoba mengabadikan beberapa karyanya melalui foto, tak banyak sih karena memang stand Jopajapu ini sangatlah ramai jadi cukup kesulitan untuk bisa berlama-lama.

Mas Patung
Selain itu di panggung utama ada pertunjukan gamelan anak, komunitas Ayo Menari, Fashion show busana koran, dan Ketoprak. Nah ini nih yang membuat aku dan teman-teman kaget saat asik jalan menelusuri stand demi stand, ada sesosok patung dan patung ini aku fikir beneran patung asli tapi ternyataaa orang toh?? Syok pas liat baik-baik dari kostum yang dipakai sampai warna kulitnyapun sama dan pas lihat ke matanya OMG kok melirik?? Wah ini patung jadi-jadian alias manusia yang berperan jadi patung, hahaha, tapi salut sama Mas patung ini dia gak tergoda atau tertawa saat dicandain oleh pengunjung yang sesekali mengajak bicara menawarkan makan atau minum (hahaha, hebat sampean mas). Apa gak capek, gak lapar, gak haus ya mas? Ealah, totally sekali mas-mas patung ini.

Mas Patung

Nah, mari ke sebelah sisi utara/belakang ada spot yang gak kalah keren untuk berselfie ria. Ada sebuah pohon buatan, pohon ini dari bambu yang diberi gantungan topeng eDAN-eDAN yang bisa kalian gunakan saat berfoto dan disekitarnya ada banyak stand kuliner yang mengelilingi panggung kecil yang saat itu sedang ada pementasan malam sastra. Ini dia cuplikan fotonya guys.

 




Okey guys, itu sedikit update-an dari postingan sebelumnya ya, yang belum baca silahkan klik disini boleh lho. Terima kasih sudah datang membaca ^^.
Wassalam...

Saturday, July 25, 2015

Borneo Aku Padamu !


     Ini cerita tentang keinginan seorang perempuan ya.. itu Aku yang menyukai dunia petualang, dunia jalan-jalan menjelajah alam dan lebih enak disebut "mbolang". Walau memang belum pernah mbolang sampai ke pulau-pulau jauh tapi di dalam area DIY masih banyak tempat-tempat wisata yang gak kalah seru dengan kota lain, tapi tetep aja punya keinginan untuk bisa pergi ke destinasi alam yang mungkin orang lain dengan mudah mencapainya kesana. Setelah khatam baca novel traveler sejati keliling dunia aku semakin excited saja jadinya untuk ikut serta dalam Borneo Wild Adventure. Wah ini udah lama bersliweran di timeline aku tapi baru ini hati tergerak untuk ikut dalam lomba blog asik (kata aku), apalagi naik New Daihatsu Terios waah semakin ingin cepet-cepet mewujudkan untuk berpetualang seru-seruan jelajah Borneo. 
Like FB Daihatsu Indonesia

      Siapa sih yang gak tahu Borneo?? Pulau ketiga terbesar di dunia, yang dulunya masih dipenuhi dengan hutan hujan lebat dengan daerah pesisir rawa-rawa (jadi inget pelajaran IPA waktu SD dulu, hehehe). Skip deh, lanjut ke impian yaa ini bisa di bilang impian untuk berpetualang ke alam liar, bayanginnya aja waaah seneng...apalagi kalau kesana beneran (Alhamdulillah aamiin). Borneo Wild Adventure ini bakal diawali menjelajah Kota Palangkaraya yang merupakan Ibu Kota Kalimantan Tengah yang luasnya paling besar di Indonesia yaitu 2.400 km2. Bakal ngapain sih disana? Banyak...Disana ada tempat pelepasan dan adaptasi dengan alam liar bagi Orangutan, ya bisa disebut tempat rehabilitasi dan reintroduksi. Nama tempat ini adalah Nyaru Menteng, kebanyakan Orangutan yang berpenghuni disana adalah bayi Orangutan yang kehilangan induknya karena dibunuh atau hal lainnya. Orangutan yang pernah ditangkap manusiapun juga dirawat dan dilatih disana sebelum nantinya mereka dilepas kembali ke alam liar. 
Follow @DaihatsuInd

     Nah selain itu gak kalah menariknya lho budaya di Kalimantan ini, ada yang namanya Tiwah, ini salah satu upacara keagamaan umat Hindu yang semacam ritual menghantarkan roh leluhur atau keluarga yang meninggal. Ada juga festival budaya Isen Mulang (bukan iseng ya..hehe) ini festival seni budaya tahunan yang dilaksanakan sebagai wujud apresiasi pemerintah dan masyarakat Palangkaraya atas peninggalan adat istiadat leluhur yang konon diadakan setiap bulan April di tiap tahunnya. Ada yang suka dengan tari-tarian? Di Palangkaraya ada Tari Nasai, tarian ini untuk menyambut kedatangan tamu. Wah senang ya kalau kita bisa berkunjung kesana dan disambut dengan tarian. Selain itu ada juga Tari Giring-riring, Tari Dedeo, Tari Balian, Tari Bukas dan masih banyak lagi tarian tradisional dari kota ini. 

        Setelah puas berjalan-jalan di bagian tengah, geser dikitlah ke bagian selatan, ya lanjut Banjarmasin yang terkenal dengan pasar terapungnya. Selain terkenal dengan julukan Seribu Sungai, Banjarmasin adalah destinasi wisata yang mengesankan dan kuliner yang sudah sering orang dengar adalah Soto Banjar tapi bukan hanya itu ada yang namanya Lontong Orari, sama saja sih dengan kebanyakan lontong opor yang sering kita makan tapi bedanya lontong ini berbentuk segitiga yang di siram dengan kuah nangka serta diberi lauk haruan masak habang, ini maksudnya dimasak merah, lauknya ada ikan gabus yang dimasak merah, ayam masak habang atau telur masak habang, tergantung selera masing-masing pilih lauknya.
Lik FB VIVAlog

        Ah dari namanya ini Pulau Kaget, apa kalian bisa membanyangkan seperti apa pulau ini? Apa bakal kaget ya? Ini ternyata sebuah delta yang terletak di tengah-tengah sungai Barito termasuk dalam wilayah Tabunganen, Kalimantan Selatan. Dulu inget punya temen sekampus yang asli orang Banjar dia dengan bangganya cerita tentang daerah asalnya, aku sempet berfikir ingin ikut kesana kalau libur perkuliahan tapi ya itu masih menjadi angan-angan belaka, hehe. Di Pulau Kaget ini merupakan habitat bagi para kera hidung panjang dan beberapa jenis burung. Ini berada di dalam kawasan hutan, bisa kalian banyangkan film Anaconda? Ya, kurang lebih seperti itulah. Ada juga nih Kota Kandangan sebuah kota kecil yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Disana banyak penduduk asli suku Banjar dan suku Dayak Meratus. Mereka hidup damai berdampingan dan berbagai sarana ibadah tampak berdiri kokoh yang menandakan betapa rukun hidup di pedalaman Kalimantan ini.
Follow @VIVA_log

     Hidup damai berdampingan antar suku di pedalaman itu menyenangkan, seharusnya kita yang hidup di kota sudah semestinya bisa lebih saling damai dan tolong menolong kan?? Beralih ke Amuntai yaitu Ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Utara. Amuntai kalau tidak salah sering masuk di acara tv tentang jalan-jalan karena wilayahnya yang unik dan mempunyai banyak hal unik seperti itik alabio, kerbau rawa, dan burung balibis serta terdapat situs sejarah berupa Candi Agung sebagai peninggalan Kerajaan Dipa yang bernuansa Hindu-Budha. Daerah Amuntai ini terletak di tengah-tengah Kalimantan bagian tenggara, jika menuju ke Kalimantan Timur tidak terlalu jauh kita akan menemukan tapal batas Kalimantan Timur dan kita bisa menuju ke daerah Penajam Pasir dan Kota Balikpapan.
     Kota Balikpapan terletak di pesisir tenggara Kalimantan Timur, meski dijuluki kota Minyak wisata di Kota Balikpapan ini tidak kalah menariknya lho. Ada Pantai Kemala, Hutan Bakau Margomulyo, Pantai Lamaru, Penangkaran buaya Teritip dan masih banyak lagi tempat wisata di kota ini. Meski demikian Kota Balikpapan merupakan kota dengan biaya hidup termahal. Suku asli Balikpapan adalah suku Balik yang merupakan suku minoritas, bahasa daerah yang sering digunakan adalah Bahasa Paser, Kutai, Banjar, Bugis dan Jawa. Begitu banyak bahasa yang ada di setiap daerahnya masing-masing ya. Supeeer sekalii Indonesiaku.

     Dari Balikpapan lanjut ke Samarinda dengan mengunjungi wisata selanjutnya di kota ini yang terkenal ialah  Budaya Desa Pampang ,disini kita bisa belajar tentang budaya setempat ataupun budaya lain. Desa ini dihuni oleh penduduk suku Dayak Kenyah, setiap akhir pekan tempat wisata ini ramai dikunjungi para wisatawan luar kota ataupun luar negeri. Sedangkan wisata di Tanjung Kutai yang terkenal ialah dengan kayu ulinnya, kayu ini disebut juga kayu bulian atau kayu besi. Kayu ulin dimanfaatkan sebagai bahan bangunan seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik dan perkapalan. Ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50 meter dengan diameter sampai 120 centimeter. Kayu Ulin ini tahan terhadap perubahan suhu, kelembaban dan pengaruh air laut sehingga sifat kayunya sangat berat dan keras.

   
     Dan untuk mengakhiri perjalanan Borneo Wild Adventure ini bakal mengunjungi destinasi wisata yang sangat cantik, ciamik, beeeuh gila abiiis dan saat mata memandang keindahannya maka mulut akan sontak berteriak Subhanallah begitu indah ciptaan Allah SWT yang tidak cukup dideskripsikan dengan kata-kata. Ah...tak lain dan tak bukan adalah Pulau Maratua, eits bukan mertua lho ya..haha.
Keindahan karya Tuhan di Derawan, OMG .. Ini merupakan surganya para traveler dan petualang alam dan juga pecinta bawah laut. Banyak obyek wisata bahari yang menawan di Derawan, salah satunya Pulau Maratua. Ini gak bakalan habis dijabarkan kalau kalian gak datang langsung ke Pulau ini. Ya Allah beri hambaMu ini kesempatan untuk bisa mengunjungi pulau indah ciptaanMu (aamiin).

   
     Impian yang sudah kugoreskan dari atas sampai akhir goresan ini lebih seru lagi ditemani oleh New Daihatsu Terios. Yaaa bolehlah test drive keliling Borneo bersama si mobil kece dan macho ini. Mobil Terios yang tampil dengan beberapa variant diantaranya Terios X, Terios X-Extra yang memiliki semua yang ada di Terios X dengan ditambah beberapa exterior, interior dan safety yang tidak dimiliki variant Terios X, kemudian ada Terios R yang memiliki semua kelengkapan di Terios X dan Terios R-Adventure yang memiliki semua kelengkapan dari Terios R dengan ditambah lagi exterior, safety and security yang tidak dimiliki si Terios R. Si kece dan macho Terios ini memiliki 5 warna yakni Classic Silver Metalic, Rock Grey Metalic, Scarlet Red Metalic, Icy White, dan Midnight Black Metalic. Ah ini udah paket komplit deh pokoknya, body yang semakin sporty, stylish, trendy, modern dan beeeuh berani banget ini di test drive adventure jelajah Borneo kalau bisa sekalian aja se-Indonesia aaaaaaak no, fantastis...

     Pendapatku tentang Borneo Wild Adventure ini so keren, so fantastik, so menggiurkan, dan so pengen banget jelajah 7 destinasi di Kalimantan bersama para travelling kece, fotografer handal apalagi jajal pakai mobil macho New Daihatsu Terios. icik icik ehem..

     Udah ah gak usah banyak cingcong lagi, buruan deh ya ikut berpetualang keliling Borneo bersama si kece dan macho New Daihatsu Terios ini. Borneo Wild Adventure, Borneo Aku Padamu !

*Sedikit tambahan nih, untuk tempat-tempat yang tidak atau belum disebutkan ya mohon maaf banget temans ^_^

*Dukungan dan do'a kalian sungguh berarti ^_^ ahay



Thursday, July 17, 2014

Candi Umbul Magelang

Assalamu'alaikum temans..

     Sore ini biar gak boring puasanya aku bakal share cerita mbolangku di pemandian air panas (ah tapi kenyataannya anget, menurutku). Nama pemandiannya tuh Candi Umbul, kenapa dinamai itu ya? Karena ada candi kecilnya mungkin, bisa jadi ini dulu tempat pemandian putri kayak yang ada di daerah Ngasem wisata Taman Sari. Nah Candi Umbul ini ada di kawasan Kecamatan Grabag, Magelang, Jawa Tengah. 

     Yap ini sebuah pemandian bekas tempat peristirahatan raja dan permaisuri kerajaan Mataram yang masih tersisa. Aku dan ketiga manusia dadakan menuju wisata ini, yah apa daya selalu acara dadakan (lebih bisa berangkat daripada yang udah direncanakan). Aku bersama my boy dan Yono bersama Angger. Tepatnya tanggal 20 April 2014 hari Minggu jam 13.00 wib kita berangkat dengan perlengkapan seadanya (karena aku sebelumnya dah di kost my boy). 

     Perjalanan menuju Kec. Grabag kurang lebih 3jam karena baru pertama kali kesana dan bemodalkan GPS (manfaatkan teknologi yang sudah ada) serta gak luput dari yang namanya muter jauh, "Padahal ada jalan kecil itu tadi bisa". kata si Yono (yaelah kenapa baru bilang). Nah mulai bingung, "Stop dulu donk di warung mau beli minum oe haus gak bawa kan tadi." kataku. Fine kita berhenti di salah satu warung karena dah masuk pedesaan jadi gak ada Indomart, Alfamart atau sejenisnya, yang ada aja. Sekalian tanya arah ke pemandian Candi Umbul ke pemilik warung, bapak tua dan kita dikasih tau ancer2 jalannya. 

     Baiklah lanjut lagi yok, nah nah nah perasaan dari jalan Magelang sampai sini aja kok ni mobil gak asing yah, ternyata tujuan kita sama , sesampainya di Candi Umbul terparkirlah dengan rapi 2 buah mobil plat AA yang sedaritadi bersamaan di jalanan, hanya saja kita tadi lewat jalan alternatif masuk ke Candi Umbulnya (jalannya parah, gak lagi lewat sini) dan mobil2 itu lewat jalan yang waras. Sudah lupakan saja, kita bayar tiket masuk dulu dan mari mandi air panas. Sekitar jam 16.00 wib lebih kita sampai tkp.

     Selesai ganti kostum nyebur di kolam yang deket ama kamar ganti, tapi kok gak berasa panas, malah kayak air biasa gak panas gak dingin, coba ke kolam sebelah, nah disini lumayan panas (tapi diawal aja, selebihnya anget harus berdiri dulu baru nyebur lagi biar berasa panas). Ternyata Yono dan Angger udah masuk duluan di air yang lebih panas disamping kolam yang pertama ku coba (kalah cepat). 

     Belajar renang deh disana, manfaatin kesempatan yang tidak terlalu banyak pengunjung, apa karena udah sore jadi pengunjung pada pulang ya, karena pas sampai sana cuma pengunjung yang dalam mobil tadi dan beberapa sebelum kita aja.

     Rencana mau lanjut ke air terjun Sekar Langit, tapi karena langit tak mendukung dan waktupun udah jam 17.00 wib, kita putuskan untuk pulang dan makan mie ayam. Ini deh aku kasih oleh2nya dari Candi Umbul.
seru kaaan
     Perjalanan pulang sampai daerah Grand Artos sih aman lancar terkendali tapi pada belum nemuin mie ayam, nih perut udah krucuk-krucuk. Nahlo.... mulai deh ni hujan rintik2 dan lama kelamaan deras.. Ya ampun ini kan si merah (motor kesayangan) klo dah hujan gini nih pasti mogok (itu belum kepikiran sama sekali). Kita berhenti ke pinggiran cari rumah yang ada terasnya untuk berteduh karena hujan gak cuma air yang jatoh tapi ada angin plus petir yang mengkilat-kilat (bayangin aja kamu di jalanan liat langsung petir mengkilat) trus kurang asem si Yono malah telponan pantesan tuh kilat tambah besar dan mendekat aja ke arah kita neduh. "Yon hapemu matiin, ada petir". kata my boy dan Angger. "Oh iya, sory". jawab Yono dengan muka nyengir gak bersalah (hahaha emang gitu). Kita tungguin kok gak reda2, kok petir gak istirahat2, yaudah si Angger ngajak lanjutin perjalanan aja nekat pakai mantel daripada harus nonton petir secara live. Untung ya dalam motorku ada 1 lagi mantel betmen buat di Yono dan Angger (emang ya cowo itu males banget bawa mantel). Yok tancap gas dan kita kabur dari serangan petir. 

     Asik juga sih hujan2an bareng my boy (xixixixi), tapi ternyata dari Muntilan si merah mulai menunjukkan ketidakharmonisannya (ngadad2 gitu, batuk2lah). Huuh dalam hati berdo'a agar si merah gak mogok, dan yes masih bisa hidup walau kadang batuk2 kecil (aku dan my boy mw ketawa ngakak tapi ya takut ini keadaan genting soalnya pake petir) tapi sampai di kawasan jalan satu arah yang banyak pohon gede kanan kiri sawah si merah mogok (oh ini yang namanya cobaan) dan harus didorong, mana si Yono dan Angger dah duluan gak kelihatan bampernya. Alhamdulillah mau nyala dan ngeeeeeng ngeeeeng ayo kebut kejar mereka, tengok kanan kiri kok gak ada tanda2 keberadaan Yono dan Angger, ah lanjut aja klo mereka berhenti pasti ketemu.

     Nah, akhirnya ketemu mereka lagi dan kita berdua masih haha hihi ketawa inget kejadian barusan. My boy ternyata lupa klo si merah itu gak bisa di ajak banjir2 kayak tadi (my boy sengajain ada jalan yang banjir terus lewat gitu aja) dia pikir pake motornya padahal oouuh. Oke ayo kita makan dimana perut udah keroncongan ini, nemu satu warung mie ayam sikaat. Jam 20.30 wib akhirnya kita makan (itung dari jam berapa kita baru bisa makan). Makan sambil cerita hal tadi bikin geli klo inget2 motor mogok dengan kepanikan klo kesamber petir gimana ya. HAHAHA


Sekian.. Wassalam..

Pucuk.. Pucuk.. begitulah perjalanan ke Gunung Prau Dieng

Assalamu'alaikum ..

     Udah siang enakan ngeblog cuap sana sini yes ^_^. Oke postingan kali ini aku bakal bagi cerita, bagi pengalaman, bagi bagi alagi yah..??? bagi THR kan kalian udah dapet dari ortu masing2 yakan ato dari kantor masing2.. 

     Let's ceritanya gini, bulan Mei 2014 tepatnya tanggal 25 aku biasa ketemu sama my boy hihi , tapi sebelum dia jemput dia WA aku utk bawa jaket biasanya (cozmeed luphly, ahai jaket pemberian my boy aku kasih nama itu) dan pakaian ganti. Emang mau kmn nih bathinku, yawislah ya yang penting main, hahaha.. Naah.. karena aku lapar kita mampir dulu ke warung makan, pas lagi makan kita ngobrol2 deh, teruus tiba2 tu my boy dan komplotan #bukancahuedan (nama genk mereka) ngajakin buat muncak alias mbolang ke gunung. Tujuan kali ini ke Gunung Prau, aku sih mau2 aja tapi kepo emang itu dimana? Yap itu di Dataran Tinggi Diengtepat di perbatasan Kab. Kendal dengan Kab. Wonosobo, Jawa Tengah.

     Trus kita berangkat kapan donk? tapi aku lagi PMS (tetoooot....) searching dah boleh gak yah klo cwe lagi dapet gitu mbolang ke gunung, dan mbah google berkata tdk ada pantangan asal jaga kebersihan dan sikap, wokee aman. Habis makan kita berdua langsung otw ke kontrakan si Bowo buat ambil tas carrier my boy dan sekalian Bowo bersaudara packing. Eh,, disana ada sepatu putih nganggur gak ada yang pakai, berhubung aku cuma pakai sandal seadanya jadinya aku yang pakai tuh sepatu, Alhamdulillah lumayan. Malam sekitar jam 7an di kost my boy kita lagi pada sibuk packing, kalo tadi Bowo bersaudara yg packing sekarang giliran aku dan my boy ada juga teman satu kostan yang ikutan. setelah siap semuanya jarum jam mulai nangkring di angka 9 dan perut lapar, baiklah kita makan dulu. Ini perjalanan yang tidak direncanakan sebelumnya dan  kita berangkat jam 10 malam dari jogja dengan perut kenyang hatipun senang. Horeeee \*_^/ 

     Jumlah yang berangkat ada 8 orang check person dulu yook ,, aku, My Boy, Bowo, duo Gilang Nugroho (yap memang nama yang sama persis beda bapak ibu lho tapi..), bang Toni, dan 2 manusia lagi sebut aja mas Imin dan pasangan nyusul ketemuan di SPBU Turi. Nah udah ready mari kita cuuus... Sesampainya di SPBU Turi singgah bentar utk isi bensin dan my boy pakai celana panjang (kebiasaan pakai celana pendek padahal perjalanan nanti dingin men) haha. Bensin udah full ayo berangkat. Eh ternyata si mas Imin dan pasangan belom makan , (tetooot..) yawis kita cari warung daerah Jalan Magelang aja yah.


     Kemana kita? Ke Gunung. (gaya Dora the explorer). Sekitar jam 11an kita berhenti makan bentar di Jalan Magelang (kilometernya lupa) buat isi perut si mas Imin biar badan gendut gitu kalo gak dimakanin ntar bisa ambruk kan gaswat gak ada yang gotong, wkwkwk . Semua beres, semua siap lanjut mari jalan lagi selama perjalanan malam itu masih cukup ramai utk kawasan jalan besar dan saat memasuki kawasan Temanggung - Wonosobo "woooow...pemandangan lampu rumah warga yang keren dan hamparan bintang2 yang cantik diatas langit sungguh luar biasa mengagumkan" (jarang2 kali liat yang beginian di kota).

      Perjalanan yang cukup membuat pantat pegel dan tepos, ditambah lagi saat my boy yang coba menyalip dari kiri Bus Pariwisata dan sebuah mobil dengan tidak sadar kalo di kiri kita itu juraaang (oh tidak .. ngeri juga klo pas nyalip tadi nengok ke kiri) dan si sopir mobilpun bunyikan klakson dengan marah2 dan yg kena amarah adalah si duo Gilang (salah sasaran) hahaha. Aku sama my boy ketawa ngakak ngalami hal konyol tadi. Yap next kita lumayan tertinggal dari 2 motor di depan dan yah kenapa ini kok si merah (motorku) jadi lambat gini jalannya, mulai panik dah dan sedikit curiga dengan jalan yang dirasa mulai nanjak perlahan (tapi gak kliatan lho klo jalannya itu nanjak). Terus kita stop bentar di salah satu Rest Area Kledung Pass ini sih sepertinya pintu masuk menuju Wonosobo. Disekitar terlihat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang mengapit perjalanan malam panjang (ebuset). Disini kita sudah mulai berkicau kedinginan, hahaha jarum jam udah nongkrong di angka 00.00 wib. 
Rest Area Kledung Pass
     Skip yak, next perjalanan dilanjutkan daripada nambah dingin klo diem gini. Nah ni jalan menuju Kota Wonosobo ada jebakan batman gini alias bolong2 gak teratur. Jarum jam sudah ada di angka 1 dan mari lanjut lagi dan lagi2 kita stop di Indomart di kawasan terminal Wonosobo, klo ini aku mw beli sesuatu *sensor ya* dan yang lainnya beli minuman ada juga yg ngobrol sama pengunjung toko yang ternyata warga setempat. Dasar klo udah keenakan ngobrol pasti ngudud (nambah lama). Sampailah di Alun-alun Wonosobo, kita berhenti nih soalnya sedikit ilang arah, dan kita coba hub salah satu teman dari my boy yaitu si Burhan yang kebetulan udah disana dari beberapa hari lalu. Kita nyuruh dia nyusul kesini (alun-alun) dengan suara yang sepertinya bangun tidur dia jawab gak niat, dengan ancaman si Bowo dan mas Imin pun gak mempan, yasudahlah kita coba jalan semoga benar. Oke next kita berbekal peta jalanan asik tertera tulisan "Dieng" dengan anak panan lurus keatas. Tancap gas... Nah lo itu apaan depan kok ada orang yang melambai2, dan ternyata pos masuk kawasan, baik mas kita bayar, tapi 1 motor lolos dan pelakunya adalah mas Imin, emang ya super sekali wus wus wus. 

     Nah pas kita bayar di pos masuk kawasan Dieng my boy sempet tanya masih jauh gak ke Gn. Prau? Tapi jawaban sang penjaga kurang menyakinkan, yaudah kita jalan dan sampai di salah satu pasar yang udah banyak dipenuhi ibu2 dan para pedagang sayur, maklum udah jam 03.00 wib ternyata dengan dingin yang mulai gak bersahabat, salah satu dari kita ada yang tanya sama ibu penjual sayur arah ke Gn. Prau, dan ibu itu memberi arahan yang lumayan bikin yakin, hahaha. Yeslah bismillah saja ya ikutin jalan dan sampai nemu tulisan Desa Patak Banteng, tapi sebelum sampai di desa tersebut motor yang ku pakai sama my boy mulai kekurangan tenaga karena jalan yang mulai menanjak, 2 motor lainnya udah duluan yang dibelakang motor ku dan motor Bowo yang diboncengi sama bang Toni. Karena bang toni di paling belakang dengan alasan gak mau ninggalin aku dan my boy eh motor yang dipakai bang Toni n Bowo ikutan macet kan motornya gak bisa dibawa pelan lama2 di tanjakan akhirnya aku dan my boy yang udah sedikit lebih jauh dari bang Toni dan Bowo balik lagi nyamperin mereka dan motor berhasil nyala kita lanjut lagi menyusul 4 manusia yang sudah dulu sampai di parkiran basecamp. Akhirnya sekitar jam 4 kurang kita sampai juga di basecamp, seusai memarkiran si merah kita semua berkumpul di basecamp utk prepare lampu senter dll.

     Untuk ke pendakian kita tidak didampingi oleh pemandu karena memang sudah terbiasa muncak kecuali aku (saya sadar diri kok -_- hiks) oke gak masalah sebelumnya aku dah pernah kok muncak malam2 ditemani hujan yang mengakibatkan jalanan berlumpur walau cuma sebatas Gn. Purba Nglanggeran yang hampir tiap hari dikunjungi banyak orang (tapi kan yang penting udah pernah gitu lho *ngotot*) skip skip ...

     Sebelum perjalanan lebih baik kita berdo'a dulu semoga gak ada rintangan yang menghadang. Baru juga naikin tangga semen udah berasa berat banget nih badan (akibat gak pernah olahraga) dengan wajah yang diam karena kedinginan dan mencoba tetap membawa ransel sendiri tapi apa daya gak kuat sayang.. Hehehe, akhirnya yang bawa ranselku my boy, hmmm salut deh sama my boy, udah bawa carrier 80 liter ditambah bawa ranselku, tapi merasa salah juga karena malah buat my boy terbebani. Tapi my boy tulus kok, gak mau comelnya kenapa2 HAHAHAHAHA. 

     Disinilah awal petualangku dimulai, mendaki menuju Gn. Prau dengan ketinggian 2.565 mdpl walau menurut orang2 ini rendah tapi bagiku ini lumayan tinggi (optimis bisa). Nah kita berdelapan terpisah menjadi dua team, yang udah duluan di depan ada duo Gilang dan mas Imin dengan pasangan, sedangkan aku dibelakang bersama my boy, Bowo dan bang Toni. Biar dibelakang gak apalah yang penting nanti juga sampai bukit teletubbies (sumringah sik). Kita mulai naik emang udah adzan subuh karena kebanyakan stop waktu diperjalanan naik motor jadinya molor dari perkiraan. Di perjalanan ternyata gak aku aja yang jadi penyebab lambatnya mendaki tapi bang toni juga, hihi badan gede gitu tapi cepat lelah, mau gak mau kita kepisah deh jadi dua, aku sama Bowo dan my boy sama bang Toni di paling belakang, tapi aku dan Bowo coba utk nungguin mereka, sambil nungguin bolehlah narsis dulu.

      Yap, itu si Bowo dengan gaya andalannya dan samping yg kece itu aku, haha boleh donk muji diri sendiri. Tapi ditungguin sampe gaya2 gitu my boy dan bang Toni belum juga kelihatan, oke kita jalan pelan2 (nyicil). Tapi ya yang namanya jalan gak nyadar itu pelan ato gak tetep aja gak kliatan dua orang paling belakang biarpun aku sudah banyak berhenti utk rehat dan minum karena kaki kram. Dengan rasa penasaran ku tanya Bowo. "Wo masih lama kah?" jawab Bowo "Gak tu dah kliatan puncaknya tu dengerin suara Imin teriak2". Oke fine semangat jalan lagi, tapi kok semakin jalan semakin naik dan semakin lama gak sampai2 yah batinku. Wah gak beres nih, aku dibohongi si Bowo. Ya berkali2 ku tanya masih lama apa gak, jawaban masih sama seperti diawal, dan tubuh sudah mulai berat, mata ngantuk, ampuun deh pengen cepet2 sampai tenda trus memposisikan diri utk tidur tapi puncak tak kunjung sampai. 

     Dengan menyemangati diri sendiri ku berkicau saja (pucuk.. pucuk.. pucuk..) dan nyanyi2 gak jelas, tapi capek juga yah berkicau ria gini. Ah sudahlah berhenti dulu minum skalian gantian jalannya karena yang diatas udah pada turun sedangkan aku dan yang lainnya baru naik. Ternyata banyak juga anak kecil yang kesini dan udah terbiasa kayaknya. Lihat begituan gak mau kalah sama anak kecil, ayo semangat sebentar lagi sampai (yah itu yang ku ucapkan dalam hati). Dengan kawalan si Bowo sampailah di puncak bukit teletubbies, wooow bener mirip bukit teletubbies tapi gak ada Tinki Wingki, Dipsy,Lala dan Poo. Berharap ada kan enak tuh bisa poto2. Mari kita cari manusia2 yang udah duluan jalan apakah mereka sudah mendirikan tenda? What.. ternyata belom, mereka asik berfoto ria tak mau tertinggal moment indah sun rise.. Yap dan aku pun gak dapat mengabadikan moment itu karena sampai puncak jam 7.00 wib , yes bisa duduk selonjoran meluruskan kaki dan ngemil karena perut sudah lapaaaar tapi tenda baru mau dibuat. Kirain udah berdiri kokoh tendanya ternyata belom, klo udah kan langsung tidur ria hehehe.

     Siplah akhirnya tenda sudah siap, dan aku menata barang2 semua ke dalam tenda ngeluarin logistik semua biar pada makan dan buat air panas dan aku langsung mau tidur dulu. Gak tau apa yang terjadi dengan manusia yang lain tapi aku terbangun karena kebelet (yap kebelet pipis) hawanya dingin menusuk dan pas keluar tenda "Hai cintoku datang". hahaha. Kasian jam segini (9.00 wib klo gak salah) baru sampai, aku mulai kepo kenapa lambat, dan ternyata bang Toni kakinya sakit jadi banyak berhenti, oke istirahat tapi sebelum istirahat temenin dulu ya buat buang air kecil (nyengir). Habis itu kita masak mie instan dan buat kopi, tapi klo aku mie nya aja gak mau kopinya (lambung bisa brontak). 
ini kerjaan si Gilang (Yono)

ini salah satu duo Gilang (Yono)

aku dan my boy ^_^ mari masak
Nah klo tadi aku yang tidur dan yang lainnya masak, sekarang gantian aku, my boy, bang Toni dan Yono masak mie. Bowo, Gilang, mas Imin dan pasangan gantian tidur (adil kan). Selesai makan kita berempat poto2, mumpung pendaki lain dah pada berkurang. Yes...
dari kiri ke kanan (bang Toni, my boy, aku dan Yono)

di bukit teletubbies
     Sekiranya dah males buat poto2 back to tenda mau tidur. Semakin siang kabut sudah mulai turun dan menutupi bukit, aku dan 3 manusia lainnya coba tidur di luar tenda, tapi baru 1jam-an kok kabut nambah gak ngenakin ini, yasudah kita putuskan masuk tenda (berebut) hahaha. Lumayan lapang dalam tenda karena mas Imin dan pasangan keluar ntah kemana, yang jelas bisa tidur anget dalam tenda. Kurang lebih tidur selama 2-3jam cukupanlah ya, ada yang gak beres nih perut (mules kebelet p*p) oh no. Ini klo dah super kedinginan begini nih , panggilan alam, mau gak mau kudu ini, dan "Say temenin yok." (muka melas nahan mules). Bergegaslah aku ditemani my boy utk menyetor panggilan alam ini, eits tapi tenang aja pake sarung kok dan ada pohon penghalang jadi lumayan privat. Daaan akhirnya lega nih perut, "maaf ya say." wkwkwk. My boy mulai huek huek gitu deh gayanya.. Hmm, biasanya juga kamu kan say yg kayak begini.

     Udah beres dengan panggilan alam, kita siap2 buat foto bareng rame2 semua, klo tadi kan gak lengkap. Yeay ini dia penampakannya.
ini dia personil perjalanan kali ini

Gak tau apa maksudnya
     Yes setelah senang2 berfoto ria waktunya kemas2. Yuk robohin tendanya, kabut sudah mulai turun lagi dan lagi, jam juga sudah menunjukkan jam 15.00 wib. Sebelum pulang jangan lupa sampah dikumpulkan jadi satu dan yang masih bisa dibawa ke bawah seperti botol dan plastik silahkan dibawa, agar alam yang indah ini tidak menjadi kumuh oleh perilaku yang tidak bertanggungjawab. Setuju kan..?? Mari pulang, eits..berdo'a dulu ya..kan pas berangkat bedo'a jadi pulang pun demikian temans. 

     Perjalanan balik ke basecamp tidak terlalu sulit seperti saat naik, apalagi tinggal plosotan aja dipegangin my boy dan celana kotor (berani kotor donk di alam bebas). Kurang lebih 2jam perjalanan kembali ke basecamp dan sebelum sampai ke basecamp ada warung kecil di dekat kebun warga, yes semua pada liat klo ada gorengan, hahaha, isi perut dulu deh ,, dan yang lain pada udud2 gitu ritualnya. Selama setengah jam kita stop di warung kecil kita lanjut jalan untuk balik ke basecamp dan sampai depan sebrang basecamp dan nunggu tuh manusia2 lainnya di depan warung mie ayam, langsung masuk pesan dan selamat makan (desak2an karena warungnya kecil). 

     Perut dah kenyang, badan dah capek pengen cepet2 sampai jogja, let's go kita prepare terus cuus back to Jogja. Eh, ada yang beli manisan, aku juga ikutan ah untuk oleh2 di rumah. Dan di perjalanan turun kembali menuju Jogja disepanjang jalan Dieng Wonosobo dipenuhi kabut dan kita berasa jalan di atas awan, seru ya tapi kan rawan juga karena hari sudah mulai gelap ditambah lagi dengan gerimis, lengkap sudah. Dengan maksud biar cepat sampai tujuan si Yono ambil jalan alternatif Jogja, nah di jalan ini iya sih kelihatannya cepet tapi gak ada lampu jalan dan kabut terus menyelimuti dengan grimis kecil. Kasian kan bang Toni jarak pandang semakin terbatas karena dia kacamataan. Tapi beberapa saat kemudian grimispun mulai reda dan mau tau tembusan jalan alternatifnya?? Tembusannya adalah terminal Wonosobo, "haha ini kan Indomart kemarin". dan berhentilah kita karena beli minum dan sebagainya. Lihat jam udah mulai jam 19.00 wib perjalanan masih lumayan jauh, let's go lanjutkan.

     Perjalanan pulang lumayan macet karena banyak Bus dan Truk yang memadati jalanan. Perkiraan sampai tujuan sekitar jam 22.00 wib , yaap kali ini benar tidak meleset karena tidak banyak berhenti, paling hanya berhenti ke SPBU. Dan kita balik ke masing2 habitat. 


Sekian dan Wasalam