Sunday, August 16, 2015

Cipta, Rasa, Karsa. Lumbung Artema in Concert

Assalamu'alaikum dan syelamat sore temans..

Lumbung Artema
Deng deng... klung klung.. tuk tuk.. Ah begitulah kurang lebih suara yang terdengar dari dalam sebuah gedung besar bercat putih dengan lampu terang dan juga sebuah spanduk besar bertuliskan "Cipta , Rasa, Karsa. Lumbung Artema in Concert 2015" dengan latar merah dan gambar lelaki sedang memainkan alat musik jawa.  Kemarin tanggal 14/08/2015 jam 19.00 wib dimulailah open gate untuk persiapan penonton yang ingin menyaksikan sebuah seni gamelan di Taman Budaya Yogyakarta. Aku sampai di lokasi sekitar pukul 19.20 wib, bersama dengan sang kekasih kita langsung menuju pintu gerbang gedung lalu menuju lantai atas. Tepat setelah kita sampai di lantai atas memasuki concert Hall TBY sudah berbaris antrian untuk mengisi buku tamu dan mendapatkan sebuah buku kecil yang berisi tentang sejarah, testimoni beberapa seniman, daftar karya dari Lumbung Artema yang akan disajikan malam itu, dan juga daftar dari tiap-tiap pemain musik hingga panitia.

foto by JogjaRepost
Setelah mengisi buku tamu kita dipersilahkan untuk masuk dengan didampingi salah satu panitia untuk diantarkan ke kursi depan dibagian depan agak tengah sedikit, "Wah asik dapat kursi strategis untuk nonton sekaligus ambil gambar." Baiklah, jam sudah bergeser ke pukul 19.45 wib kira-kira, namun acara masih belum mulai, mungkin memang dimulai pukul 20.00 wib, "Tak tunggu tekomu mas, mba." hehehe. Sembari menunggu bisa lho buku kecil mungil tadi dibaca-baca, dan ini sekilas sejarah dari Lumbung Artema yang merupakan komunitas kesenian yang lahir di lingkungan Pendopo Agung Tamansiswa pada tanggal 5 Januari 2010. Dan kabarnya mereka ini waktu awal kali berdiri tidak terikat oleh instansi manapun, mereka berdiri berdasarkan semangat dari anak-anak muda yang dulu pernah menempuh pendidikan di Perguruan Tamansiswa (Taman Madya) dan tergabung dalam ekstrakulikuler teater (Teater Tema). Dan sampai perkembangan waktu ke waktu anggota mereka tidak hanya dari Tamansiswa, namun juga berasal dari anak-anak muda pelajar maupun mahasiswa yang kuiah di Jogja. *mau juga donk gabung nuthuk-nuthuk saron, demung dan kawan-kawannya, hehe* Dan alunan musik yang terdengar dari speaker ruanganpun seketika berubah menjadi suara seorang wanita yang meberi peringatan tentang aturan saat pementasan berlangsung, ya ini bak macam ruang cinema gitu lho. Taraaaaa....suara opening sudah dimainkan tapi masih dengan lampu panggung masih padam, dan perlahan satu per satu lampu menyala, wah langsung deh ya di record walau masih pakai android jadul. Wuiih, keren sekali mba,mas, ingin teriak rasanya saking antusias nonton konser gamelan. *maklum jarang-jarang bisa punya waktu seperti ini* 
Dan suara tepuk tangan penonton menambah kemeriahan konser malam itu yang juga sebagai penyemangat para pemain gamelan untuk tampil dengan maksimal tak mau mengecewakan penonton. 
Foto Pribadi

Oke mba dan mas, ini konser yang nyeni dan aaah gak bisa dijabarkan sampai ribuan kata deh, pokoknya T.O.P dan aku dibuatnya iri ingin menjadi salah satu bagian diantara mereka. haha *sesuk njaluk ajar mba dan mas e Lumbung Artema * Oya, konser ini didalang oleh si mba @rmuttia yang sering kita dengar suaranya lewat radio dan juga mas e sing marai ngakak teroos @Ofemix8 wes ewes ewes bablas lemak'e , wkwkwk (guyon lho, peace) salam kenal ya mba dan mas e. Next yo, ini karya yang ditampilkan berhasil membuat para penonton terkesima dan terutama aku excited gak pengen cepet-cepet pulang deh pokoknya. Ini 10 karya musik gamelan yang mereka sajikan dan saya sertakan link video yang berhasil saya abadikan, monggo bisa ditonton, maaf belum HD lho ya ^^
  1. Intro
  2. Repertoar 1 (Keep Moving
  3. Repertoar 2 (The Wheel of Fortune)
  4. Repertoar 3 (Menyesal)
  5. Repertoar 4 (Labirin)
  6. Repertoar 5 (Bali Deso Bangun Deso)
  7. Repertoar 6 (Untitled)
  8. Repertoar 7 (Pasundan)
  9. Repertoar 8 (Tepo Sliro)
  10. Repertoar 9 (Songkran)
  11. Repertoar 10 (Wake Up!)
  12. Closing
Masing-masing repertoar memiliki makna yang bisa menjadi sebuah inspirasi, pandangan hidup, pengalaman masa lalu dan tenggang rasa. Benar-benar keren ini konsernya, gak nyesal dan gak akan pernah nyesal untuk seni budaya Indonesia. Sering-sering aja deh yuk nonton yang beginian, biar kita juga turun menjadi bagian dari kebudayaan yang semakin indah dan bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia, MERDERKA...! *kepalkan jemarimu dan angkat tanganmu..* 


Terima kasih dan Wassalam...

Thursday, August 13, 2015

Cinta Seni Budaya

Assalamu'alaikum dan syelamat malam...

Guys apa yang terbesit di fikiran kalian jika mendengar kata SENI dan BUDAYA? Saya bukan seorang seniman, bukan pula seorangan budayawan, namun sama seperti masyarakat pada umumnya, saya mengenal seni dan budaya dari pelajaran terdahulu, semenjak kecil saya sudah diperkenalkan seni di sekolah TK dulu, baik itu seni lukis, seni tari, seni suara, dan kebudayaan Indonesia yang luas cakupannya. Namun, apakah setiap anak pasti menekuni bidang kesenian sampai ia dewasa? Mungkin tidak semua, hanya beberapa dari mereka yang konsisten dengan pilihannya pada seni. 

@sanggarkinanti
Postingan yang kali ini saya usung adalah mengenai seni gerak tubuh karena saya ingin lebih dekat lagi mengenal tentang apa itu seni, terutama seni tari. Saya sudah senang dengan kesenian yang satu ini sejak tampil pentas di acara-acara sekolah dasar dahulu, bisa saja saya setelah lulus sekolah dasar melanjutkan masuk ke sanggar untuk belajar seni tari lebih jauh lagi, namun yaaah hal yang tidak direstui orang tua itu terlanjur memaksa hati dan langkah ini terhenti mengurungkan niat. Masuk di sekolah menengah pertama, saya malah lebih mengenal jauh di bidang seni gambar atau lukis. Menggambar ternyata mampu membuat saya lupa akan keinginan menari, dan ternyata saya juga menjadi jatuh hati terhadap seni menarikan jemari kecil saya ke sebuah kertas kosong menjadi penuh warna, sampai saya ditunjuk untuk mewakili sekolah dalam perlombaan seni gambar kaligrafi, sewaktu itu masih  menggunakan crayon, saya memang belum pernah menggunakan kuas, kanvas dan cat dalam melukis, namun saya berhasil membuat sekolah bangga akan keberhasilan saya mendapat juara II se-DIY , perlombaan ini setiap tahunnya digelar dan selama dua kali saya menjuarai peringkat II. Itu sudah membuat saya senang karena bisa menjadi perwakilan sekolah mengengah saat itu. Berbeda cerita lagi setelah saya naik ke jenjang sekolah kejuruan, saya dihadapkan oleh pilihan jurusan akuntansi, administrasi perkantoran dan teknik informatika. Baiklah saya pilih yang administrasi perkantoran, setidaknya gak terlalu banyak hitung-menghitung karena jujur saya tidak terlalu bersahabat dengan angka. Disitu tidak ada salah satu kesenian yang dulu sempat saya tekuni, OMG hampa sekali hidup saya pada masa itu. Sempat terbesit dibenak saya untuk mengambil ekstra kulikuler di luar sekolah, tapi gak dapat ijin lagi lagi dan lagi. Yauwis mak anakmu jalani apa yang ada sekarang. *nangis nang pojokan*

Udah bertahun-tahun berlalu dan lulus, saatnya memilih tempat kuliah yang sesuai dengan minat saya, pilihan pertama itu ISI, yes ISI... *lalala* eh tapiiii baru bilang "Ma, adek kuliah di seni lukis ya." (sambil elus2 tangan simbok) tapi yang didapat ZONK.... *lemes seketika* aahhh ini apa-apaan selalu gak boleh. Tapi pie meneh enggak bisa ngelawan, kuliah di tempat orang berdasi deh akhirnya mau tak mau. Isinya coding-coding ngono kui cah, wes ayo dipelajari sing tenanan *tapi awale tok sing mudeng, sak teruse bablas* Tapi alhamdulillah lulus yoo..
Nah, kita ceritakan yang sekarang saja, sekarang saya yang udah tak punya mami papi (gaya sitik oleh yo) ini pengen punya kegiatan rutin selain ngurusin dagangan online dan ngeblog, daaaan jatuhlah pada pilihan nari. Tanpa harus susah-susah nyari sanggar tari saya langsung dapat info dari miminnya @JogjaUpdate yang ngeretweet postingannya @sanggarkinanti uyeeee langsung kepoin TKP, syarat-syarat dan yang penting siapa tentornya. Uwe e e e e... tentornya udah joget kemana-mana lho ini, wuih soyo tambah semangat, apalagi deket rumah, asyiik asyiik *joget-joget*

Nah penasaran sama tentornya? Ini lho tak kenalin si mba sing ayune weleh-weleh ini namanya Sekar Kinanti Rahina anak semata wayang dari Bapak Pantomime kita sing asmanipun Bapak Jemek Supardi. Saya tidak begitu mengenal beliau, tapi dari sini, dari berguru dengan mba Sekar pasti lama-lama juga mengenal beliau, hehee colek mba +kinanti sekar ^^
So sekarang dialah guru tari saya ^_^ kelas yang saya ambil adalah kelas klasik nusantara, ini kelas tarian yang baru dikenalkan secara medley beberapa gerakan dari beberapa tarian daerah nusantara. Yang mau ikutan gabung bisa lho contact me atau langsung ke sanggarnya itu diatas udah ada link twitternya. Selain kelas tari klasik nusantara ada juga kelas tari klasik jawa, kelas tari kreasi, kelas nembang dan kelas wayang. Untuk kamu yang udah dapet ijin ortu untuk menggapai keinginan dalam seni tari ini monggo silahkan gak pake lama, sanggar kinanti ini baru meniti karirnya dan itu artinya saya berada di kelas angkatan pertama dan semoga lanjut sampai seterusnya, aamiin.

Yaudah ini tulisan cukup sekian aja yah, mau selonjoran dulu ngerebahin badan karena tadi habis latihan, dan ini ada oleh-oleh sedikit untuk kalian, Tarian klasik jawa yang saya record sembari nunggu kelas tari klasik nusantara sesudahnya.

Happy Watching ^^ 

Wassalam...

Wednesday, August 12, 2015

Mari Kita Bantu dan Berikan Perlindungan kepada Anak Bangsa Indonesia

Assalamu'alaikum..

          Tak terasa kini kita sudah berada di bulan Agustus tahun 2015, bulan yang menjadi sejarah bagi bangsa Indonesia dalam perjuangannya mempertaruhkan jiwa dan raga untuk negara tercinta ini. Tepatnya nanti di tanggal 17 Agustus 2015 kita akan merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 Tahun, begitu lamanya Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda. Namun, apakah anak bangsa ini sudah terjamin merdeka? Walau kini kita telah berada di tahun 2015 dimana Indonesia merdeka sejak 1945 dan itu berarti sudah 70 tahun lamanya kemerdekaan diraih oleh Indonesia, tapi kenyataannya belum semua masyarakat merasakan kemerdekaan itu sendiri. Dalam hal ini adalah anak-anak penerus bangsa Indonesia yang masih banyak terlantar, kemiskinan, kekerasan dalam rumah tangga, gizi buruk, anak putus sekolah, kecanduan narkoba, hingga menjadi pegawai prostitusi dan objek pornografi. Itu semua masih membutuhkan bantuan kita tidak hanya Pemerintah atau Lembaga Sosial saja, seharusnya kita peduli terhadap lingkungan sekitar dan jika tidak bisa turun tangan setidaknya bisa melaporkan kepada pihak yang dirasa pantas atau mampu untuk memberikan bantuan. Bantuan bukan berarti hanya dengan mengeluarkan uang, tapi bantuan atau uluran tangan kita yang berupa perhatian, saran, tenaga, fikiran, keterbukaan, itu bisa menjadi bagian dari bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar. Saya mungkin bukan orang psikolog yang mengerti betul tentang pkisis seseorang, bukan pula pegawai sosial yang selalu mencari tahu tentang permasalahan anak-anak bangsa ini, tapi saya memiliki keinginan untuk bisa membantu sesama, membantu yang tidak mampu dengan memberikan sedikit bantuan tenaga, perhatian dan fikiran atau sesekali berikan bantuan berupa pakaian yang masih layak pakai dan makanan yang masih layak untuk dimakan. 

            Saya sebagai anak bangsa Indonesia yang setidaknya peduli terhadap lingkungan sekitar tidak perlu jauh-jauh mencari permasalahan sosial yang akan dibantu, begitu juga dengan kalian, perhatikan yang dekat jika ada kemudian barulah cari yang jauh jika disekitarmu tidak ada. Contoh real yang pernah saya ketahui adalah kekerasan dalam rumah tangga, tak sedikit anak mengalami KDRT oleh orang tuanya dengan alasan anak yang tidak menuruti perintah orang tua lalu di pukul tanpa ampun hingga anak itu terbiasa dengan sikap orang tua yang demikian, akhirnya yang terjadi apa? Saat anak itu sudah beranjak dewasa dia akan acuh tak acuh dan tidak peduli dengan orang tuanya karena kesalahan orang tua di masa lalunya yang masih teringat dalam pikirannya. Anak tersebut selain KDRT oleh orang tua, dia juga mengalami putus sekolah, mengalami broken home dimana ayah dan ibunya bercerai. Sungguh sangat disayangkan hal demikian menimpa anak-anak yang seharusnya bisa tumbuh menjadi anak yang bahagia dan penuh dengan kasih sayang tapi hal sebaliknya yang mereka alami. Bukan hanya satu yang mengalaminya, dari keluarga tersebut ada 4 anak diantaranya 2 putus sekolah dan 2 syukurlah ada yang bisa membantu mereka untuk bersekolah di sebuah pondok. Nasib kedua kakak merekapun berbeda, kakak pertama memang sudah berada jauh dari ayah dan ibunya, dia sudah tumbuh menjadi anak yang dewasa dan mandiri, bekerja demi menghidupi diri sendiri dan terkadang mengirim sedikit uang untuk adik-adiknya. Ya walau bagaimanapun juga seorang kakak pasti tetap peduli dengan adik-adiknya yang jauh berada darinya. Ibu yang dulu sering menyakiti kini sudah tidak lagi berkelakuan demikian, ia sadar bahwa anak adalah segalanya bagi kehidupan dia disaat usia senja. Dan nasib adiknya yang kedua yang putus sekolah sejak SD bahkan tidak sampai lulus SD, kini dia sudah tumbuh remaja dan membantu Ibu yang ia miliki selain kedua adik lelakinya.

            Dari kejadian diatas yang dapat kita berikan sebagai bahan solusi adalah lakukan pendekatan kepada orang tua si anak, berikan mereka gambaran atau pola fikir dalam menghadapi anak agar anak nantinya tidak akan melupakan orang tuanya ketika ia dewasa dan biarkan mereka mendapatkan pengasuhan yang berkualitas dan biarkan anak mengejar mimpi dan cita-cita mereka. Contoh sederhana adalah, "Tidakkah ibu/bapak kasihan dengan memukul/berkata kasar kepada anak setiap hari? Kita pernah mengalami masa-masa seperti mereka, alangkah lebih baik jika kita memberikan nasehat yang membangun agar anak tumbuh dengan sikap yang baik dan nantinya akan membuat kita para orang tua menjadi bangga mempunyai anak yang sukses dan bisa membahagiakan kedua orang tua." Kalimat yang saya berikan merupakan kalimat sederhana yang bisa kita berikan di saat pendekatan kepada orang tua. Tidak hanya pendeketan terhadap orang tua, namun lakukan pula pendekatan kepada anak-anak mereka. Berikan sedikit perhatian kita kepada anak tersebut dengan mengajak bermain, bercerita dan berikan sedikit nasehat kepada si anak bahwa agar ayah atau ibu mereka tidak bersikap kasar maka patuhi nasehat orang tua dan jangan membangkang, karena akan membuat orang tua menjadi lepas kendali. Semoga dengan demikian anak menjadi berfikir dua kali untuk membantah perintah atau nasehat orang tuanya.

      Tulisan ini saya tuangkan dalam bentuk karya singkat untuk berpartisipasi dalam Blog Competition Anak Bangsa yang diselenggarakan oleh SOS Children's Village Indonesia  dengan mengambil momen peringatan 70 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari sebagai bentuk rasa kepedulian kita terhadap nasib Anak Bangsa, kita kenerasi muda yang aktif bisa memberikan partisipasi, solusi dan bantuan langsung kepada mereka yang membutuhkan. 

       Terima kasih kepada pembaca dan tentunya SOS Children Village Indonesia yang sudah memberikan kesempatan bagi kita untuk bisa berpartisipasi dalam menulis.

Wassalam.

"Kepiting Ngampus" yang menggoda selera..

Assalamu'alaikum temans..

       Haloha everybody.. sehat?? waras?? Alhamdulillah kalau sehat dan masih waras, haha. Hei kamu, iya kamu *nunjuk-nunjuk* suka gak dengan makanan laut? Seafood deh biar keren. Banyak tuh yang jual lesehan seafood di Jogja, tapi harganya aku rasa selangit dan rasa juga gak di setiap tempat sesuai dengan yang diharapkan. Sependapat gak? kalau enggak yauwis sih gak apa-apa juga. *nyengir* Eh lah ini menu apa yang kalian suka kalau pilihannya makan di seafood? Udang? Kerang? Kepiting? Cumi? Apa yang kalian suka pasti itu enak, nah ini aku suka semua, tapiii kecuali cumi gak begitu suka, embuh ora ngerti ngopo (gak tau kenapa). 

        Yowis ini ada tempat makan enak, bersih, santai, nah yang ini pasti semua suka "murah" yes murah itu nomor satu rasanya belakangan. Eits tapi untuk rasa ini gak kalah enaknya lho (serius...tenan..). Nama tempatnya aja unik, rada nyentrik sitiklah, jeeeeng jeeeng jeeeeng "Kepiting Ngampus" *sodorin kepiting idup* Lokasi warung ini di dekat kampus Sanata Dharma Paingan, Maguwoharjo. Lokasi yang menurut aku strategis karena berada di lingkungan kampus dimana peluang untuk mendapatkan pelanggan makan itu besar, secara tinggal nyebrang aja mas mba kalau selesai jam kuliah terus kalian lapar dan ingin makan yang rada beda dari menu biasa2, hargane gak nyesel deh dengan rasa yang diberikan *angkat dua jempol tangan*

       Oke next, Selasa ini (11/08/2015) aku dan temen2 kampus dulu sepakat buat ketemuan alias reuni cilik-cilikan tapi orangnya yang dateng gede lan duwur, kecuali aku lho ya imut bin cilik, eh ada satu lagi dink yang cilik juga, hahaha. Di Kepiting Ngampus ini adalah tempat makan yang empunya temen ane sendiri *alhamdulillah* temen yang postur tubuhnya gendut agak item (maap Pak Yayan....) dan berkacamata ini tidak disangka jago masak (iya kali ya, hehe) jadi Koki handal aja deh Yan. Keren masbro bisa bagi resepnya yaaaa untuk aku coba di rumah (ho'oh iyo kono). Nah yang udah penasaran ini aku kasih liat foto-fotonya. Disana aku blusukan sampe dapurnya, ingin tau cara memasak si kepiting yang suka ngampus ini. Yok aah..

Menu dan suasana ruangan

Penampakan persiapan masak sampai Kepiting siap makan

Beuuuuh... Lezatnya Kepiting Ngampus yang menggoda selera


Si Udang yang gak mau kalah

        Itu dia temans, dan ada menu udang juga lho disini, macam rasanya ada Asam Pedas (favourite), Asam Manis, Saus Mentega, Saus Tiram dan Lada Hitam. Harga sudah terpampang jelas di gambar yah. Rasanya monggo silahkan mampir dan rasakan sendiri, kalau aku pengen lagi....haha, kapan-kapan makan disana lagi deh Pak Yayan. Terima kasih buat teman-teman yang udah ke Jogja dan bisa kumpul bareng lagi sama kalian, makasih Simbok Maya dan Pak Sandi udah bayarin anak-anaknya, dan makasih buat Pak Yayan koki kita yang sudah menghidangkan masakan uenak si Kepiting Ngampus yang menggoda iman kita semua hehe.. Semoga kita bisa berkumpul lagi dan lebih rame lagi yes ^^

Terima kasih untuk pembaca setia aku ^^
Wassalam..

Sunday, August 9, 2015

Di Balik Kelambu, dibuatnya merinding

Assalamu'alaikum

Pintu Masuk
Masih di hari yang sama satnite, setelah kenyang makan sate kelinci kita berdua lanjut ke arah pusat kota Jogja, sampai di daerah Kotabaru tepatnya di Jl. Suroto ini di Betara Budaya Yogyakarta sedang ada pameran seni rupa. Saat melewati sih tidak ada keramaian selayaknya event pameran di malam ini, entah kenapa sepi, tapi yang jelas jadi penasaran ingin singgah. 


Gak pakai pikir panjang kita masuk ke pelataran parkir ada beberapa motor berjejer ya sekitar 5 motor saat kita sampai, dan langsung masuk di depan pintu masuk ada meja yang berisikan buku-buku seni rupa dan duduklah 2 orang  mba-mba yang jagain pameran itu, baiklah aku isi buku tamu dan mata mulai menjamah ke dinding-dinding bercat putih dan melihat beberapa patung yang berada paling depan dan ya sedikit "merinding" dibuatnya. 

Pameran yang diselenggarakan ini kabarnya yang aku baca melalui Radar Jogja merupakan pameran yang menyajikan beragam bentuk tempat tidur. Ya pameran yang bertajuk "Di Balik Kelambu" ini memamerkan beberapa bentuk tempat tidur gaya Jawa, Madura, China hingga era Belanda pada masa lalu. Aku berfikiran ternyata para seniman kita itu sangat luas kreatifitasnya terhadap seni, bisa mempunyai imajinasi tinggai hingga membentuk karya yang sangat tidak pernah terfikirkan oleh orang lain ini patut menjadi kebanggaan tersendiri. Aku memang tidak tau benar seni, tapi setidaknya aku menyukai seni yang dipertontonkan seperti ini. Beberapa kali aku suka melihat-lihat pameran seni seperti ini, tapi jujur baru kali ini saat masuk ke ruangan pameran ini badan sedikit merinding. Sungguh pengalaman baru dalam dunia seni.



Pameran yang berlangsung hingga tanggal 11 Agustus 2015 mendatang ini menghadirkan beberapa koleksi tempat tidur kuno yang dimiliki oleh Subik dan Edi Sunaryo. Namun karena keterbatasan tempat jadi tidak semuanya bisa dipamerkan disini, yang dikutip dari Radar Jogja 05/082015.

Kamu yang bingung ngisi liburan bisa datang kesini melihat hasil karya anak bangsa yang nyeni ^^ hehe
 
 


Saturday, August 8, 2015

Sate Kelinci Prambanan

Assalamu'alaikum temans..

     Hai hai, happy satnite yes. Hmmm, lapar nih, mau makan apa? Atau kalian lagi makan apa? Sate? Wah sate apaan? Sate ayam, sate kambing, sate klathak, sate padang, udah semua aku cobain. Tapi kali ini baru pertama kalinya, firts time dan ini Sate Kelinci. Hewan kecil, lucu, imut, gemesin dan sering dijadikan sebagai hewan peliharaan ini ternyata biasa disajikan sebagai menu hidangan berupa sate dan rica-rica. Olala mak, ini bayangin ngebelehnya aja gak tega sebenernya, tapi karena penasaran yauwis mari dicoba. 


     Jadi ini ceritanya satnite sama si comel sayang buat makan nih sate kelinci, dia sih udah beberapa kali makan, nah akunya baru kali ini "dasar ndeso", aduh bukan..bukan ndeso tapi emang belom kepikiran untuk mencoba aja, hehe (alibi dikit boleh lho). Nah kita pergi makan sate kelinci ini di daerah prambanan agak ke timur dikit dari arah jogja dan ini berada di kanan jalan atau di sebelah selatannya deretan Candi Prambanan. Nama lesehannya Warung Sate & Rica-rica Kelinci Pak Cilik, dengan spanduk berwarna biru. Ini sih lebih cocok disebut lesehan, karena duduknya dibawah memakai tikar, dan tidak terlalu luas, mini tapi rame, makin penasaran aja kan rasanya kayak apa. Langsung duduk cantik dan pesan 1 porsi sate kelinci dan rica-rica. Si rica-rica ini udah siap makan, tapi masih terbungkus daun pisang yang sudah disediakan di meja dan tinggal ambil berapa kalian mau, harga 1 bungkus rica-rica ini Rp. 3.500,- dan kalau satenya sendiri ya nunggu di bakar dulu, dan harga sate ini 1 porsinya Rp. 20.000,- dengan isi 10 tusuk sate. Gak lama nunggu karena memang untungnya belom ramai pembeli karena masih jam 19.00 wib jadilah kita berdua langsung dinner sate dan rica-rica kelinci. Si comel sayang sih lezaat dan lahap banget, tapi aku yang baru pertama kali coba ya reaksinya masih biasa karena masih mencari-cari rasa yang sebenarnya dari si daging kelinci. Hmmm dirasa-rasa ini mirip daging ayam biasa, cuma kalau menurutku kok ada rasa-rasa kayak pahit gitu, tapi aah gak taulah ya, pahitnya bisa ditutup dengan rasa cabe rawit yang di iris kecil-kecil.
Rica-rica Kelinci

Sate Kelinci

     Setelah makan selesai masih duduk-duduk manis karena kenyaaang, nasinya lumayan banyak dan menghabiskan 10 tusuk sate ki yo marai wareg puoool (alhamdulillah..) gak semuanya juga sih, ada 6 tusuk aja ngabisin, haha. Dan udah dirasa cukup untuk lanjut perjalanan kita langsung bayar dan let's go kembali ke Jogja.

Makasih udah mampir baca, kalau kamu ada menu kuliner yang uenak bisa share disini yaaa ^^

Wassalam..