Sunday, September 20, 2015

Mandiri bersama Batik

Subtema : Membangun Kemandirian Ekonomi
Judul : Mandiri bersama Batik
Penulis : Fazrah Zain

Batik, kata yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain tersebut, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki khas. Setiap daerah pasti memiliki ciri khas dari Batik itu sendiri. Misalnya saja Batik di Jogja, dimana kota saat ini saya tinggal. Jogja terkenal dengan keramah-tamahan masyarakatnya, sopan kepada setiap pengunjung yang berkunjung ke Kota yang Istimewa ini. Batik di Indonesia ini sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya yang sudah dikenal sampai ke Internasional. Berbanggalah kita sebagai masyarakat Indonesia yang telah diberikan warisan budaya oleh nenek moyang kita terdahulu. 

Ciri khas dari Batik Jogja adalah dari latar atau dasar warna kain. Warna dasar kain batik Jogja ada dua macam, yaitu warna putih dan hitam, sedangkan warna batik bisa berwarna putih, biru tua kehitaman, dan cokelat soga. Batik Jogja adalah salah satu dari batik Indonesia yang pada awalnya dibuat terbatas hanya untuk kalangan keluarga Keraton saja. Setiap motif yang terwujud dalam goresan canting pada kain batik Jogja adalah sarat akan makna, adalah cerita. Hal inilah yang membedakan batik Jogja dengan batik-batik lain, yang menjaga batik Jogja tetap memiliki eksklusifitas dari sebuah mahakarya seni dan budaya Indonesia.

Dalam membangun kemandiarian ekonomi itu sangatlah luas bentuknya. Dan dewasa ini banyak sekali berbagai macam usaha dan kreatifitas dari masyarakat sekitar yang ingin memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sebenarnya pedagang batik sudah ada banyak di Pasar Beringharjo dan Malioboro Jogja, hanya saja dengan perkembangan teknologi yang semakin hari semakin canggih, perkembangan kemandirian ekomonipun turut canggih hanya dengan sekali foto dan upload ke media sosial dan sarana lainnya yang terhubung melalui internet, sehingga tak hanya orang Jogja saja yang bisa membeli kerajinan Batik tapi dari Sabang sampai Merauke bisa membeli asal media yang ia gunakan bisa terhubung melalui internet. Tak heran mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, hingga pegawai kantoran yang terbilang sudah cukup terpenuhi kebutuhannya dari gaji yang didapat dari kantor ia rela menambah kesibukan dengan menjual berbagai jenis barang secara online. Ibu rumah tangga yang sehari-harinya mengurus anak, suami dan rumahpun turut mandiri dengan adanya kecanggihan dari sebuah teknologi. Pelajar yang seharusnya fokus dalam belajar, ia tak ingin kalah dengan membantu orang tua dan menjadi anak yang mandiri. Di Jogja tidak hanya satu atau dua orang yang menjual online terutama Batik. Sudah semakin banyak saja orang yang membuka lapak online dengan nama toko yang menggunakan embel-embel Batik. 

Akhir tahun 2014 yang lalu, tepatnya tanggal 30 Desember 2014, saya mengajak adik sepupu yang sedang berlibur ke Jogja. Saat itu dia ingin melihat seperti apa itu Keraton Kesultanan Yogyakarta, dengan senang hati saya mengajak dia pagi-pagi mengantri di depan loket masuk Keraton. Di dalam selain kami melihat-lihat dari Kereta Kencana sampai barang antik yang ada dalam Keraton, tak ingin ketinggalan saya mengabadikan kain batik yang terdapat di Museum yang ada di belakang Keraton. Berikut saya berikan hasil jepretan saya yang sederhana. 
Batik Klasik motif Sidoasih (photo by Fazrah)
Motif batik diatas merupakan motif yang sering kita jumpai di pasar kain. Motif yang bernama Sidoasih ini memiliki makna, dari kata Sida yang dibaca Sido ini memiliki arti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian motif-motif yang berawalan Sida mengandung harapan agar apa yang diinginkan bisa tercapai. Makna dari Sido Asih adalah harapan agar manusia mengembangkan rasa saling menyayangi dan mengasihi antar sesama. Makna yang mengandung do'a agar saling mengasihi antar sesama ini berarti bahwa motif yang tertuang dalam sehelai kain ini benar-benar dibuat dengan hati-hati. Saya sebenarnya ingin bisa membuat motif batik, tapi langsung mengaplikasikannya langsung pada kain menggunakan malam belum tersampaikan.

Masih banyak lagi hasil jepretan foto saya menganai motif batik, diantaranya adalah motif Huk Latar Cemeng, Gringsing, Parang Rusak, Tambal Seling Gapit, Wahyu Tumurun, Kotak Ceplok Bintarum, Truntum Wajik Seling Ceplok Gurdo, Pisang Bali Latar Pethak, dan Paradise Grinsing. Selain itu juga ada patung yang menggambarkan simbah sedang membatik. 
Proses Membatik (photo by Fazrah)
Bagi seseorang yang tidak memiliki banyak modal atau bahkan tidak sama sekali, itu masih bisa membangun kemandirian ekonomi sendiri. Misalnya disini saya contohkan masih berkaitan dengan Batik. Usaha batik online tidak akan ada matinya, karena batik merupakan salah satu kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini, baik berupa seragam batik, berbagai macam tas batik, jaket batik, hingga sepatu batik. Nah yang tidak memiliki modal berupa uang dan tempat untuk menjadi pedagang yang mandiri, kita bisa manfaatkan HP (Handphone) yang kita miliki. Coba datang ke salah satu butik atau toko grosir yang berkenan di ambil foto-foto dari dagangannya, jelaskan maksud dan tujuan kita mengambil foto tersebut. Pastikan berkata dengan jujur, karena kejujuranlah yang akan mempermudah jalan kita menuju kesuksesan dalam ekonomi mandiri. Setelah mendapatkan ijin dari pemilik toko silahkan upload/posting foto tersebut di media sosial dengan berikan deskripsi lengakap tentang nama, motif, dan ukuran yang masih tersedia di toko. Dalam berdagang online ini sudah terwujud salah satu bentuk memajukan kemandirian ekonomi. Saat memposting foto produk memang tidak langsung ada komentar atau pembeli, kuncinya haruslah bersabar dan tetap berdo'a yakin bahwa usaha yang telah kita lakukan pasti akan ada hasilnya. Setelah mendapatkan pembeli maka bertransaksilah dengan baik, kita mendapat uang dan pemilik tokopun juga senang karena selain mendapat untung barang daganganpun juga habis terjual. Ini merupakan simbiosis mutualisme, saling menguntungkan tanpa ada pihak yang dirugikan.

Dari hal yang kecil kita dapat membangun kemandirian, baik itu mandiri di bidang pertanian, perkebunan, atau usaha dagang. Yang terpenting adalah bagaimana sikap kita dalam mencapai kemandirian tersebut. Tak ada yang langsung instan dalam menggapai sesuatu keinginan, jika mendapatkannya saja instan, maka jatuhnyapun akan isntan pula. Jadilah pribadi yang mandiri dengan berfikir positif kedepan, bantu orang yang membutuhkan pekerjaan, berilah mereka peluang untuk bisa maju mengembangkan usaha bersama dengan tetap memperhatikan kesejahteraan hidup. Abaikan orang yang selalu menghina usaha kecil, jadikan itu adalah motivasi untuk lebih baik lagi dan cari inovasi baru yang belum dimiliki oleh orang lain. Kelak dari hal kecil akan menjadi besar dan kita pasti bangga akan kemandirian ekonomi yang dibangun dengan rasa kejujuran dan saling tolong menolong.

Nah untuk kalian yang setuju dengan tulisan ini saya harap bisa membantu meluangkan sedikit waktunya untuk beri vote dengan cara kunjungi halaman ini.

Sumber : 
https://id.wikipedia.org/wiki/Batik
http://www.kriyalea.com/mengenal-batik-yogyakarta/
https://id.wikipedia.org/wiki/Batik_Sida_Asih

Saturday, September 19, 2015

WARDAH Beauty House & Beauty Store

Assalamu'alaikum cantik.
Sabtu lalu (12/09/15) ceritanya lagi pengen main ke Wardah House Beauty, karena hampir sering lewat nih House Beauty tapi susah untuk berhenti mampir, ya mungkin karena enggak ada yang mau dibeli karena udah sekalian belanja jadi satu di belanja bulanan ke supermarket. Tapi berhubung udah 3 bulan (lamaaanya) aku cari-cari Wardah Lightening Face Mask di berbagai counter Wardah tapi kagak ada terus, stok kosong belum datanglah, inilah, itulah kata BAnya. Jadilah kemarin waktu singgah ke Wardah House Bauty ini sekalian nanya ada masker wajah gak? Trus di jawab BAnya ada, wah senangnya daku (joget dalam hati) kebetulan deh kalau gitu yang dicari-cari ternyata disini ada.

Aku disana ya liat-liat dulu gitu, penasaran disana itu kayak apa, ada promo apa, atau ada beauty class yang kayak gimana and bla bla bla. Duh ini tempat good looking dan lucu dah, tapi aku baru keliling bagian depan aja, karena bagian dalam dipakai untuk ruang perawatan sepertinya. Besok kalau memang ada niatan melakukan perawatan atau ikutan beauty class disini aku share deh ya. Ini suasana Wardah Beauty House and Beauty Store yang syantiiiik, dan ini mini video yang mau lihat via video, silahkan klik.

Ini beberapa promo dan service beauty yang diberikan oleh Wardah guys.


Yang ingin lamaran atau ingin seserahannya makeup kece ini bisa lho order di lokasi langsung. Jadi kepingin ginian, hahaha.

Okelah guys, silahkan kalian rencanakan untuk bisa main atau bahkan nikmati SPA dan Facial di Wardah Beauty House. Terima kasih cantik sudah mampir (salaman).
Wassalam.




Friday, September 18, 2015

Masakan Sehat Nusantara. Rendang favoritku !

 Jelajah Gizi

Assalamu'alaikum guys. Well, saya punya info menarik untuk kamu yang suka berpetualang sambil makan atau ngulik kuliner khas daerah yang ada di Indonesia. Sebut saja "Jelajah Gizi", kegiatan ini merupakan blog contest yang diprakarsai oleh Nutrisi Untuk Bangsa dari Sarihusada yang mencari 10 petualang untuk membedah nilai gizi dibalik beragamnya kuliner di Indonesia. Wah udah kebayang nih bagaimana serunya kalau nanti saya menjadi salah satu dari 10 petualang yang beruntung menikmati jelajah kuliner di Sumatera Barat. 

Mari lebih mengenal lagi apa itu Jelajah Gizi?
Jelajah gizi adalah "Jalan-jalan Unik" untuk memperkenalkan keanekaragaman makanan khas daerah, sekaligus mempelajari sejarah dan budaya yang melatarbelakanginya. Jelajah Gizi juga mengajak para peserta untuk mempelajari proses pembuatan hidangan khas tersebut, hingga memahami nilai gizi yang terkandung didalamnya. Nah, dalam kesempatan ini daerah yang terpilih adalah Propinsi Sumatera Barat guys tepatnya di Pulau Pagang, Bukittinggi dan Kota Padang. Alamak, itu kan tempat asal keluarga saya, jadi semangat deh pokoknya ikutan dan semoga menjadi salah satu petualang gizi, aamiin.

Yuk langsung saja kita bahas makanan khas dari tempat keluargaku berasal, yaitu Randang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Rendang ini merupakan makanan khas dari Sumatera Barat yang sudah mendunia lho. Iya masakan daging yang bercita rasa pedas ini menjadi peringkat pertama dalam 50 jenis hidangan terlezat yang dinobatkan oleh CNN International pada tahun 2011. Wah bangga ya masakan sehari-hari bisa diakui dunia menjadi salah satu masakan terlezat dan tak heran kalau dimana-mana hampir ada banyak rumah makan Padang tersebar karena memang merantau adalah ciri khas dari masyarakatnya. Baiklah yang pertama kita cari tahu sejarah dari masakan lezat satu ini yuk.
Sumber foto klik
Sejarah singkat. Randang yang berasal dari Sumatera Barat ini khususnya Minangkabau, bagi masyarakat Minang masakan Rendang sudah ada sejak dahulu dan telah menjadi masakan tradisi yang pasti ada di berbagai acara adat dan keseharian. Dari masakan tradisi yang menjadi masakan sehari-hari maka berkembanglah ke kawasan lain seperti Riau, Mandailing, Jambi hingga ke negeri seberang yang banyak perantauan dari Minangkabau. Rendang kian terkenal dan tersebar luas melampaui wilayah aslinya berkat budaya merantau suku Minangkabau. Orang Minang yang pergi merantau selain bekerja sebagai pegawai atau berniaga, banyak diantara mereka yang berwirausaha membuka Rumah Makan Padang yang tersebar luas seantero Nusantara bahkan sampai ke luar negeri. Dari Rumah Makan inilah yang memperkenalkan Rendang dan masakan minang lainnya yang dikenal luas. 

Kandungan bahan dan cara memasak. Rendang ini merupakan makanan yang mengandung bumbu rempah yang kaya. Selain bahan dasarnya daging, rendang menggunakan santan kelapa atau karambia orang minang menyebutnya dan berbagai bumbu yang dihaluskan seperti cabai/lado, serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah dan bahan lainnya yang mungkin masing-masing orang minang memiliki resep rahasia yang turun temurun. Keunikan rendang ini terdapat pada bumbu yang digunakan karena alami yang bersifat antiseptik dan tanpa bahan pengawet buatan. Bawang merah, bawang putih, lengkuas dan jahe diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang kuat, sehingga tak heran rendang bisa dapat bertahan sampai 1 minggu hingga 3 minggu.
Untuk proses memasaknyapun harus sabar dan membutuhkan waktu berjam-jam ya, biasanya sekitar 4 jam. Potongan daging dimasak bersama bumbu dan santan dalam panas api yang tepat, diaduk pelan-pelan hingga santan dan bumbu terserap daging. Setelah mendidih api dikecilkan dan terus diaduk hingga santan mengental dan jadi kering.Jujur saja saya yang orangtuanya pandai masak masakan minang tapi saya belum bisa, apalagi rendang yang lama prosesnya jadi ya dulu hanya bisa bantu menumbuk dan mengupas bahan-bahan saja terus makan deh kalau rendang sudah masak. Tapi sekarang jadi pingin bisa membuat dari tangan sendiri karena ingin jadi calon instri yang bisa memberi masakan lezat nan manambah lamak salero makan (artinya yang menambah selera makan menjadi enak). 

Jenis Rendang. Selanjutnya adalah jenis rendang, secara umum dikenal ada dua jenis rendang yaitu rendang kering dan basah. 

  • Rendang kering adalah rendang sejati dalam tradisi memasak Minang. Rendang ini dimasak dalam waktu berjam-jam lamanya hingga santan mengering dan bumbu terserap sempurna. Dan memiliki warna lebih gelap agak coklat kehitaman, bisa bertahan hingga empat minggu jika dimasak dengan tepat. 
  • Rendang basah atau lebih tepatnya bernama Kalio ini rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat, santannya belum begitu mengering sempurna dan hanya dapat bertahan dalam waktu kurang dari satu minggu. Rendang basah ini berwarna coklat terang keemasan dan lebih pucat. 

Ngebahas soal rendang saya jadi kangen dengan masakan almarhummah Mama saya, dulu sejak merantau ke Yogya beliau yang pandai memasak dan berdagang membuka Rumah Makan Padang bersama Papa saya, kini penerusnya adalah Uda (kakak lelaki) yang membuka Rumah Makan Padang sendiri di Yogya dan satu lagi di Surabaya. Kalau lagi pingin makan rendang ya langsung saja ke warung kakak saya, gak kalah nikmat dan lezatnya dari masakah almarhummah Mama saya. Ohya rendang tidak hanya berbahan dasar daging saja, rendang banyak variasinya seperti rendang ayam, rendang telur bulat, rendang hati, rendang paru dan rendang suir khas Payakumbuah. Ini ada foto rendang yang minggu pertama bulan September 2015 dikirimkan dari Mamak saya (paman) beliau hampir tiap 2 bulan sekali atau misal ke Yogya membawakan rendang dari Padang. 
Foto diambil pada akun Instargram Pribadi
Rendang, masakan sehat Nusantara yang sudah mendunia yang disukai banyak kalangan ini bisa dimasak oleh siapapun, tapi untuk ciri khas rasa yang Minang banget ituh ya didapat dari resep yang turun temurun, ingin tau resepnya? Do'akan saya ya biar bisa jadi salah satu petualang gizi ke SumBar yah sekalian pulang menginjakkan kaki kembali ke negeri orang tua saya dilahirkan karena memang saya sudah lama sekali tak kembali, sudah berat meninggalkan Yogya Berhati Nyaman, tapi saya tetap keluarga Minang walau di negeri Jawa. Sekian tulisan yang bisa saya berikan, semoga saya mendapatkan yang terbaik dari sepenggal cerita ini.
Wassalam. 


Sumber materi :
http://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Jelajah-Gizi-3-Makanan-Daerah-Yang-Mendunia
https://kutankrobek.wordpress.com/2010/08/23/bumbu-sebagai-antimikroba/

Thursday, September 17, 2015

Cha Cha Milk Tea Nongki Bareng Sahabat

Assalamu'alaikum sahabat. Semangat di tiap harinya yah.
Ngomongin apa yang udah kalian lakukan di weekend kemarin boleh donk? Yang malam minggunya galau sendirian, eh bukan malam minggu tapi sabtu malam, mari kita hapus mitos malam minggu yang membuat para jomblowan dan jomblowati nyesek dengernya yah guys. Oke lupakan soal itu mari move on ke topik pembicaraan kali ini, ngomongin soal tempat yang asik buat ngumpul bareng temen, sahabat atau pacar itu asik kali ya, semua pasti ingin tempat yang seru, unik, dan kreatif designnya. Di Jogja ini mungkin aku rasa udah banyak banget tempat yang keren untuk mahasiswa khususnya.

Kemarin sabtu sih rencananya mau ngumpul bareng anak-anak sanggar, tapi karena ada sesuatu hal yang urgent yah batal deh ngumpul rame-ramenya, alhasil kita cuma bertiga aja, tapi no problem karena kedua temanku ini orangnya sok rame, kacau tapi asik gilak (ikutin anak jaman kekinian ngomong deh coba). Sebut saja mereka Amel dan Lucky, eits apa yang kalian pikirkan ketika mendengar nama Lucky? Seorang laki-laki? Oh no guys, dia cewe tulen, hahaha, nama itu menipu kalau kita gak lihat langsung orangnya. Skip skip, mereka teman sekaligus keluarga baru buatku, gak hanya mereka berdua saja, tapi banyak lagi seperti Alen, Nisa, Nipi, Dita dan Carla. Kalau ngebahas mereka gak bakalan ada abisnya loh ntar, bahas merekanya besok deh next time aja (hahaha, mereka terlalu nge-hits untuk dibicarakan).

Kembali ke TOPIK (ea ea ea) tempat yang aku datangi kemarin di Cha Cha Milk Tea, ini tempat udah lama banget tapi aku baru aja jadi anak gahol yang masuk dimari (katrok). Ah biarkan apa kata orang, aku mah gitu orangnya (duh apalagi sih). Tempatnya bagus, asik deh dipandang, kreatif dan lucu. Yang pacaran bisa deh duduk di samping tembok, atau mojok juga bisa. Menunya banyak guys, gak bisa aku tulis semua, aku tulis yang dipesan aja yah. Seingatku aku pesan Hot Hazelnut Choco, tapi Amel dan Lucky pesan Smoothies Ice Vanilla apa ya (lupa) trus cemilannya French freis. Untuk masalah harganya sih antara 12K - 16K kayaknya sih (ini juga gak merhatiin semua). Ini deh penampakannya biar yang gak tau jadi tau dan yang udah tau jadi cukup tau aja.


Yah begitulah ceritanya guys. Terima Kasih, matur nuwun. Wassalam.

Monday, September 14, 2015

Atasi Kemacetan, Apa Harapan Warga Kepada Polisi?

Assalamu'alaikum sahabat. Salam sejahtera untuk kita semua, dan semoga selalu selamat serta sehat dimanapun kalian berada. Dalam rangka menyambut HUT Polantas ke 60 Tahun, Ditlantas Polda Metro Jaya mengadakan lomba blog untuk umum. Lomba yang dimaksudkan agar masyarakat memiliki kepedulian terhadap lalu lintas, khususnya Jakarta. Walaupun saya bukan warga yang tinggal di Jakarta namun saya turut prihatin atas kemacetan Jakarta yang sepanjang tahun tak kunjung berkurang. Saya akan menuliskan beberapa saran, harapan dan pendapat dari saya dan berbagai warga yang sudah berhasil saya kumpulkan. Kemarin beberapa waktu lalu saya sempatkan untuk mewawancarai sedikit tentang apa yang mereka harapkan kepada Polisi serta saran yang mereka berikan untuk mengatasi kemacetan khususnya di Jakarta dan Indonesia pada umumnya. Apa sajakah harapan warga kepada Polisi untuk mengatasi kemacetan? Dan saran apa saja yang warga berikan kepada Polisi untuk mencapai harapan tersebut?

Berikut ulasannya. Perbincangan siang bersama Bapak Petra, salah satu dosen di Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta, dalam pendapatnya beliau mengatakan bahwa Ia tak ingin hidup di Jakarta dengan alasan macet. Ini berkaitan dengan mental dan egoisme orang yang memudahkan segalanya dengan uang, dalam arti disini mereka yang memiliki finansial lebih maka sesuka hati membeli ini itu (kendaraan pribadi lebih dari satu) tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi di jalanan, tak lain dan tak bukan menyebabkan kepadatan lalu lintas. Berbeda dengan orang desa yang menggunakan mobil dengan bijak, mereka memanfaatkan mobil sebagai alat transportasi yang benar-benar membutuhkan kepentingan yang terarah (dipakai hanya jika diperlukan untuk membawa banyak orang). Sebenarnya bukan hanya pengguna jalan, pemilik kendaraan pribadi, sopir angkutan umum atau Polisi saja yang terlibat dalam hal ini, namun dari pihak industri kendaraan seharusnya tidak memudahkan masyarakat dalam mendapatkan kendaraan, karena dengan adanya kredit kendaraan maka setiap orang jadi mudah mengambil dan itu justru menambah kemacetan lalu lintas dan ini harus menjadi salah satu perhatian Pemerintah dengan memberikan kebijakan khusus terhadap industri kendaraan.
Selain beliau yang memberikan saran dan harapan kepada Polisi, saya juga memiliki banyak informasi data dari saya pribadi dan warga Jogja. Berikut rangkumannya :
  1. Baik Pemerintah ataupun Polisi harus bertindak tegas dan aturan harus kuat.
  2. Polisi harus memberi rambu-rambu tambahan di titik-titik kemacetan agar tidak adanya polisi cepek (orang yang mencoba mencari uang dengan memanfaatkan keadaan macet di perempatan jalan yang tanpa adanya lampu rambu lalu lintas).
  3. Pemerintah sebaiknya memikirkan kapasitas ruang jalan lagi.
  4. Jika perlu Pemerintah harus memberikan pajak yang tinggi untuk mobil tapi diikuti dengan transportasi umum yang murah serta memudahkan akses untuk ke halte dan tujuan.
  5. Perlunya kesadaran dari setiap pengguna jalan.
  6. Selalu dan tetap harus mentaati rambu-rambu lalu lintas.
  7. Berikan dan atau tambah lagi transportasi umum dengan keadaan armada yang layak pakai serta fasilitas nyaman dan murah.
  8. Perbaiki kembali kerjasama antar Pemerintah, Polisi dan Dinas Perhubungan dalam upaya mengatasi kemacetan.
  9. Perhatikan kembali angka detik yang tertera di perempatan/pertigaan lampu merah, apakah sudah sesuai dengan perhitungannya atau belum, agar tidak terjadi kemacetan di salah satu ruas jalan.
  10. Pemerintah di daerah yang memiliki potensial objek wisata sebaiknya memperhitungkan kembali dalam pembangunan Hotel atau Mall, karena lahan jalan protokol yang dimiliki belum tentu menampung banyaknya kendaraan.
Dari semua point diatas merupakan harapan real dari masyarakat Yogya untuk Polisi. Semoga apa yang sudah saya tuliskan ini menjadi bahan pertimbangan yang baik dan semoga memiliki nilai lebih di pihak Polisi untuk bisa membangun Jakarta berkurang kemacetannya atau bahkan tidak macet lagi sehingga menjadi nyaman sesuai dengan harapan. Terima Kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Polda Metro Jaya kepada para blogger khususnya untuk mengadakan lomba blog seperti ini, karena saya yakin banyak masyarakat yang ingin memberikan sumbangsih berupa saran yang baik dan positif kepada Polisi. Dan Selamat Hari Ulang Tahun Polantas yang ke 60 Tahun semoga semakin jaya, lebih baik lagi dan tetap memperhatikan keadaan sekitar.
Wassalam.

Sunday, September 13, 2015

REVIEW WARDAH DD Cream C-defense with vitamin C

Assalamu'alaikum cantik ^_^
Yok ngrumpiin si Wardah lagi, kali ini aku nulis tentang DD Cream, si kuning mungil dengan berat netto 20 ml. Apa bedanya dengan BB Cream? Kalau menurutku bedanya BB Cream itu setingkat diatas DD Cream untuk masalah mengcover noda hitam yang ada pada wajah, karena bisa dibilang kalau BB Cream itu foundation yang ringan bisa dipakai harian dan mengandung tabir surya yang ramah dipakai di siang hari. Tapi kalau DD Cream ini adalah krim yang ringan dengan kandungan lightening yang mampu membantu mencerahkan kulit tapi kurang mengcover noda hitam di wajah, karena ini menurutku lebih ringan dan lebih memfokuskan untuk menutupi tanda-tanda penuaan dan juga bisa mengurangi kerutan akibat penuaan, cocok nih yang ingin menghambat penuaan serta perawatannya. Harga yang dijual di Jogja Rp. 28.500,-

Aku tulis keterangan pada kemasan produknya ya. Wardah C-defense DD Cream dengan Hi-grade Vitamin C, merupakan krim dengan tekstur lembut dan nyaman di kulit. Merupakan kombinasi lightening, tabir surya, dan antioksidan untuk kulit tampak bercahaya. Mengandung Vitamin B3 yang membantu membuat kulit tampak lebih cerah. Dilengkapi vitamin E  sebagai antioksidan serta Allantoin yang membantu regenerasi alami kulit. SPF 30 membantu memberikan perlindungan optimal terhadap sinar UV. Hasilnya kulit tampak lebih cerah dan halus dengan rona merata.

Cara Pakai : Oleskan merata pada permukaan wajah yang telah dibersihkan. Dapat digunakan langsung atau setelah menggunakan pelembap. Untuk hasil terbaik, gunakan setiap hari setelah Wardah C-defense Serum.

Berikut aku lihatkan bentuk tutup dan beberapa swatch pada punggung tanganku. Silahkan dilihat perbedaan warna sebelum dan sesudah pakai DD Cream (1 dan 2). Tapi setelah aku pakai ke wajah DD Cream ini  lebih oily dari BB Creamnya, dengan gitu aku pakai lose powder sebelum pemakaian TWC atau cukup dengan lose powder aja.
 
Makasiih banyak, banyak makasiih cantik yang udah sempat mampir di mari. Bagi cerita menarikmu yuk. Wassalam.